Lawan Persela, Kesempatan Andi Oddang

Lawan Persela, Kesempatan Andi Oddang
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Pertahankan Bola: Penjaga gawang Bontang FC, Tirta Baru (bawah) berusaha mempertahankan bola dari serangan pemain PSM Makasar, Andi Oddang pada Play Off IPL 2013 si Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jateng, Selasa (22/10/2013). Pertandingan tersebut PSM Makasar unggul 6-1 dari Botang FC. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Laga tunda antara PSM Makassar melawan Persela Lamongan akibat erupsi Gunung Kelud, dua pekan lalu, akhirnya akan digelar. PSM akan menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (27/2) mulai pukul 20.00 live di K-Vision.

Melawan Persela Lamongan, pelatih Rudi William Keltjes, dibuat pening dengan bakal absennya dua striker asing yang dimiliki PSM Makassar. Michael William Baird akan absen karena akumulasi tiga kartu kuning dan Mario Costas mengalami cedera.

Satu-satunya pilihan Rudi adalah memberikan kepercayaan kepada pemain-pemain lokal PSM untuk meredam permainan Persela. "Kita masih ada Abanda (Abdul Rahman) atau si Andi Oddang yang akan turun. Saya percaya mereka mampu," sebut Rudi kepada Tribun, kemarin.

Bagaimana peluang PSM? Jelas bukan pekerjaan mudah. Namun ada secercah peluang karena Persela terbukti tidak bagus-bagus secara tim. Buktinya mereka dipermak 5-1 oleh Mitra Kukar.

Karena itu Rudi Keltjes bertekad untuk isa mengalahkan Persela. Apalagi hasil pemantauan beberapa pertandingan Persela, Rudi memiliki referensi untuk menerapkan strategi dan skema permainan.

Hal tersebut, ditunjang, dengan mulai padunya para pemain PSM dengan kembalinya ciri permainan yang cepat, keras, dan pantang menyerah. "Perlahan karakter itu mulai kelihatan. Ini modal melawan Persela," kata Rudi.
Pola 4-3-3
Untuk kemenangan, Rudi mengaku bakal tetap menerapkan permainan menyerang dengan mengandalkan tiga striker sekaligus dalam formasi 4-3-3. Ada Oddang, Abdul ‘Abanda’ Rahman, dan Qifli Tamara.

Di belakang tiga striker bakal dipercayakan Ponaryo Astaman untuk memainkan peran sebagai playmaker. Absennya Syamsul Chaeruddin tidak mencemaskannya, sebab masih ada Robertino Pugliara dan Kurniawan Karman.

“Robertino dan Kurniawan mampu bertugas untuk menghancurkan lini tengah Bijahill Chalwa dkk. Pokoknya permainan Persela harus mati besok," kata Rudi dengan nada berapi-api saat ditemui Tribun di Hotel Fortuna, Surabaya.

Penasehat teknis, Abdi Tunggal, ketika dimintai tanggapannya mengatakan formasi 4-3-3 yang merupakan formasi permainan menyerang, mengatakan hal itu tidak akan selamanya diterapkan.

“Formasi ini merupakan pola yang gampang berubah dengan cepat. Tergantung kondisi di lapangan. Bisa menjadi 4-5-1, bisa menjadi 4-1-4-1, bisa menjadi 4-2-3-1," sebut Abdi.(mik/rif/tribun timur)



February 27, 2014 at 05:00AM

Leave a Reply