Mertua Anas Diperiksa karena Diduga Beri Uang untuk Beli Rumah

Mertua Anas Diperiksa karena Diduga Beri Uang untuk Beli Rumah
Warta Kota/henry lopulalan/henry lopulalan
ANAS DIPERIKSA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum berjalan keluar seusai diperiksa terkait pembangunan proyek sarana dan prasarana Hambalang di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014). Anas mengaku selain diperiksa soal Hambalang, ia juga diperiksa dalam kaitan aliran dana yang masuk dalam kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010. (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Handika Honggowongso, kuasa hukum Anas Urbaningrum, mempertanyakan urgensi penyidik KPK memeriksa mertua kliennya, Attabik Ali, untuk perkara kasus penerimaan gratifikasi terkait proyek Sport Center Hambalang dan proyek lainnya.

Ia menduga penyidik KPK ingin mengorek keterangan Attabik tentang aliran dana sang menantu, Anas Urbaningrum.

Handika meyakinkan tidak ada aliran dana dari Anas ke Attabik maupun ke pondok pesantren yang dipimpinnya, Ponpres Krapyak Yogyakarta. Tapi, memang Attabik pernak mengirimkan sejumlah uang ke sang menantunya itu untuk membeli dan memperbesar rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Tapi beliau memang pernah memberikan dana ke Mbak Tia dan Mas Anas untuk beli rumah dan renovasi rumah yang di Duren Sawit itu," kata kuasa hukum Anas, Handika Honggowongso, melalui sambungan telepon, Selasa (25/2/2014) malam.

"Jumlahnya cukup lah untuk itu. Karena selain pengasuh ponpes, beliau punya banyak bisnis sehingga tabungan beliau banyak lah," imbuhnya.

Attabik Ali yang merupakan mertua Anas tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK Selasa (25/2/2014) kemarin. Sedianya Attabik Ali diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek Sport Center Hambalang dan proyek lainnya, dengan tersangka menantunya, Anas Urbaningrum.

Informasi sementara yang diperoleh kuasa hukum Anas, Attabik Ali tidak bisa datang ke kantor KPK karena kondisi kesehatannya yang tidak mendukung. Dia sudah menderita stroke sekitar dua tahun.

"Fisiknya tidak bisa beraktivitas normal, untuk bicara saja susah," ujar Handika. (abdul qodir)



February 26, 2014 at 08:05AM

Leave a Reply