Ahok Enggan Campuri Konflik Mega-Prabowo

Ahok Enggan Campuri Konflik Mega-Prabowo
Warta Kota/Henry Lopulalan
Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga kader Partai Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri kampanye Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2014). Acara yang dihadiri oleh semua kader dari seluruh Indonesia itu merupakan puncak kampanye legislatif partai yang berlambang kepala burung garuda tersebut. Warta Kota/Henry Lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama menegaskan enggan mencampuri konflik antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu urusan di level atas.

"Aku tidak mau campurin. Itu kan sudah level atas, sudah orang tua. Kalau anak sama orangtua gimana sih. Jadi, berdoa sajalah," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Basuki mengaku tahu info yang mengatakan bahwa Megawati tidak menemui Prabowo saat mantan Danjen Kopassus itu bertandang ke rumahnya, Lebaran tahun lalu.

Namun, kata dia, alasan Mega tidak menemui bukan karena ia tidak mau menemui Prabowo. Namun, saat Prabowo datang, Mega sedang berada di kamar mandi.

"Saya pernah tanya waktu itu sama Pak Jokowi juga. Waktu lebaran itu, Bu Mega mandi. Pas dia keluar, Pak Prabowo sudah jalan lagi. Selisihnya 15 menit. Mungkin gara-gara kesalahpahaman itu hubungannya jadi renggang," ucapnya.

Belakangan ini, PDI-P dan Gerindra memang sedang sedikit bersitegang, terutama setelah deklarasi pencapresan Jokowi sebagai calon presiden partai berlambang banteng itu.

Gerindra menilai, PDI-P telah melanggar perjanjian batu tulis yang telah sepakati kedua partai tersebut pada 2009.

Salah satu isi perjanjian itu yakni, Prabowo harus menjadi Calon Wakil Presidennya Mega pada Pilpres 2009, dan sebagai balasannya, PDI-P akan mengusung Prabowo sebagai calon presidennya pada Pilpres 2014.



April 01, 2014 at 05:17PM

Leave a Reply