Demokrat Harus 'Pede' Pimpin Koalisi dan Sodorkan Capres

Demokrat Harus 'Pede' Pimpin Koalisi dan Sodorkan Capres
TRIBUNNEWS.COM/YULIS
Bendera Partai Demokrat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat harus percaya diri untuk memimpin koalisi dan memajukan pasangan calon presiden dan calon Wakil Presiden. Dengan modal perolehan suara legislatif sekitar 10 persen, Partai Demokrat dapat menggalang partai politik papan tengah, khususnya partai politik berbasis massa Islam (PKB, PAN, PPP, dan PKS) untuk membangun poros baru.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Ormas Barisan Nusantara, Lukman Hakim Hassan dalam siaran pers Sabtu(12/4/2014).

Menurut Lukman, Partai Demokrat tidak perlu berkecil hati dengan perolehan suara legislatif. Perolehan suara legislatif sebesar 10 persen tidaklah buruk-buruk amat, karena tidak ada pemenang mutlak dan suara tersebar merata pada 10 partai.

Oleh karena itu, Partai Demokrat tidak boleh menurunkan target dengan mengejar posisi Wakil Presiden. Partai Demokrat dapat belajar dari Pemilu Presiden 2004, meskipun suara Partai Demokrat saat itu hanya 7,5 persen, namun faktanya SBY - JK dapat memenangkan Pemilu Presiden 2004.

“Dalam Pemilu Presiden, keberadaan figur calon Presiden dan calon Wakil Presiden lebih menentukan daripada Partai Politik. Jika Partai Demokrat dan koalisi yang terbangun nanti dapat memilih figur yang tepat untuk diajukan sebagai pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, maka kesuksesan Partai Demokrat dan koalisinya pada Pemilu Presiden tahun 2004 akan dapat terulang pada Pemilu Prsiden tahun 2014 nanti”, ujar Lukman.

Lebih lanjut menurut Lukman, Anies Baswedan adalah figur yang tepat untuk diajukan Partai Demokrat sebagai capres. Anies adalah sosok calon presiden muda yang membawa unsur kebaruan, punya gagasan-gagasan segar, integritas yang teruji, dan tidak memiliki beban masalah di masa lalu. Secara kualitas personal, Anies bisa diadu dengan Jokowi dan Prabowo.

“Untuk calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Anies, koalisi dapat memunculkan nama Mahfud MD, Hatta Rajasa, atau Ahmad Heryawan. Ketiga tokoh tersebut juga memiliki kualitas personal yang baik, serta memiliki basis pendukung”, tutup Lukman.



April 12, 2014 at 09:44PM

Leave a Reply