Dua Siswa SMA di Makassar Tewas Terseret Ombak Saat Asyik Cari Kepiting
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Makassar, Minggu (27/4/2014) pagi, meninggal dunia setelah terseret ombak dan tenggelam di Pantai Ujung Batu, Lembae, Kelurahan Sumpangbinangae, Barru.
Dua siswa Kelas X IPA 5 ini, Andi Wahyu Saputra (15) dan Habri Saputra (16), mengikuti Smunel Field Study Trip (studi lapangan) 2014 bidang studi biologi kelas I (X) Smunel Makassar yang digelar sejak Sabtu (26/4/2014) lalu.
"Dugaan sementara, dua sahabat akrab ini terseret ombak, dan tak ada yang melihat, sebab mereka berpisah dari kelompok lain," kata Baharuddin (41), salah satu guru pembimbing yang ikut dalam field trip tahap II ini, kepada Tribun.
Informasi yang diperoleh Tribun, dari seorang siswa menyebutkan, Widya dan Habri, adalah sahabat karib, satu kelas dan senantiasa jalan berdua.
"Sebelum dan tenggelam, ada teman bilang mereka mau pergi cari kepiting pantai," kata seorang siswi kelas X, yang enggan identitasnya dipublikasi. Saat kejadian sekitar pukul 07,30 wita. Saat itu, air laut yang awalnya surut tiba-tiba pasang.Seperti diisap masuk ke laut," kata seorang rekan Arby di rumah duka.
"Jenazah keduanya ditemukan nelayan Sumpangbinangae. "keduanya tersangkut di karang, setelah dua jam dicari," kata Vina.
Sekadar diketahui Pantai Ujung Batu, adalah salah satu lokasi wisata pantai andalan di Barru. Lokasinya hanya sekitar 1,5 km sebelah barat ibu kota pemerintahan Barru, atau sekitar 105 km sebelah utara kota Makassar.
Kawasan pantai ini berpasir coklat, dan terbilang masih natural. Lokasi wisata masih membaur dengan perkampungan nelayan Sumpangbinangae, atau kampung tua di pusat Kerajaan Barru.
Tekstur alamnya tak jauh berbeda dengan pantai Tanjung Bayam. Pantai landai sekityar 50 - 100 m dari garis pantai, namun ada celah karang yang curam.
Pantai Sumpang Binangae terkenal sebagai lautan dalam, dan hanya 15 menit dari Pelabuhan Garongkong, Barru, salah satu pelabuhan amal terdalam di Sulsel.
Acara ini diikuti sekitar 12 guru pembina dan 500 siswa kelas I. Baharuddin, yang juga guru mata pelajaran agama menyampaikan, kunjungan tersebut dalam rangka pembelajaran biota laut. Sebanyak 500 siswa terdaftar dalam program kunjungan yang sudah tiap tahun diagendakan.
"Untuk pekan ini, enam kelas diberangkatkan atau sekitar 200 siswa. Minggu lalu, sudah enam kelas yang lainnya," tambah Baharuddin.
Informasi yang diperoleh Tribun, siswa yang berangkat diwajibkan membayar Rp 250 ribu. Ini termasuk transportasi, makanan, akomodasi, dan biaya praktikum.
"Kami diinapkan di gedung pemkab di kota Barru, naik busnya bertumpuk-tumpuk," kata seorang siswa.
Kepala Polres Barru Ajun Komisaris Besar Polisi Yosep Sriyono, saat dikonfirmasi kemarin, mengkonfirmasikan insiden yang dianggap langka di wisata pantai yang dikelola dinas pariwisata setempat.
"Untuk sementara, kami duga penyebabnya karena terseret ombak. Dua yang meninggal dunia, dan saat ini sudah ditangani Polsek Barru," kata Yosep.
Hingga sore kemarin, dua mayat pelajar itu masih disemayamkan di ruang pemulasaran jenazah di RSUD Barru, Jalan Lasawedi Nomor 1, Barru. Pihak polisi sudah memintai keterangan sejumlah guru pembina dan saksi mata.
"Yang kita dalami adalah apakah mereka mandi mandi setelah peraktek, atau bagaimana," kata Kapolres.
April 28, 2014 at 12:55AM