Jokowi Bantah PDIP Didera Konflik Internal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo, menampik adanya konflik internal partainya yang menyebabkan perolehan suara partai pada pemilu legislatif hanya pada kisaran 19 persen. Perolehan ini jauh di bawah target semula, yakni 27 persen.
"Konflik apa, ndak ada," ujar Jokowi di luar pagar Balaikota Jakarta, Kamis (10/4/2014) sore.
Jokowi mengatakan bahwa pemilu 9 April 2014 kemarin bertujuan untuk memilih anggota calon legislatif, bukan calon presiden. Oleh sebab itu, pertarungannya bukan oleh siapa yang suka dan tidak suka dengan sosok Jokowi di dalam partainya, melainkan pertarungan calon legislatif di lapangan.
Di sisi lain, Jokowi heran mengapa serangan-serangan yang dilakukan jelang pemilu legislatif justru diarahkan kepada calon presiden.
"Waktu pileg itu kan yang diserang siapa? Ya, saya terus, kok, capresnya. Padahal nyapresnya Juli nanti, ini pertarungan caleg," kata Jokowi.
Jokowi berharap PDIP di lapangan harus diperbaiki. Jokowi mengibaratkan marketing partai politiknya bagaikan menjalankan roda perusahaan swasta.
"Kalau lewat udara, iklan. Kita kan hanya tiga hari. Yang lain kan sudah lima atau sepuluh tahun lalu. Kedua, di darat. Salesnya. Yang jadi sales ya calegnya sendiri. Artinya caleg harus dapat menjual produknya. Produknya macem-macem, dirinya sendiri, programnya atau capresnya," lanjut Jokowi.
Berdasarkan hitung cepat dari Litbang Kompas dengan data masuk 93 persen, partai nomor urut 4 itu memperoleh 19,23 persen dan menempati urutan pertama. Posisi berikutnya ditempati oleh Partai Golongan Karya dengan 15,22 persen suara dan Partai Gerindra dengan 11,58 persen suara.
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, menilai internal PDIP tidak sungguh-sungguh dalam mendukung Jokowi sebagai calon presiden. Menurutnya, hal itu yang membuat PDIP tidak mendapatkan suara maksimal pada pemilu legislatif kemarin.
"PDIP masih setengah hati mencapreskan Jokowi. Saya bilang, saingan PDIP bukan partai lain, tapi saingannya adalah di internal partai mereka sendiri," kata Ikrar.
April 10, 2014 at 09:06PM