KPA Temukan 3 Anak Semarang Positif HIV Tertular Orangtuanya

KPA Temukan 3 Anak Semarang Positif HIV Tertular Orangtuanya
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Terinveksi HIV: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengambil darah dari pendonor, Rabu (4/12/2013). Dari Januari hingga November 2013 PMI Kota Semarang menemukan 76 kantong darah terinveksi HIV. Pasokan darah untuk 2014 masih terbilang aman, data yang diambil selama 2013 PMI Kota Semarang mendapatkan 56.203 kantong darah. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

Laporan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semarang menyoroti adanya potensi penyebaran HIV/AIDS dari kelompok Laki Suka Laki (LSL-Homo).  Hal ini ditemukan pihaknya melakukan Voluntary Counseling Test (VCT) HIV di sebuah komunitas LSL di Kabupaten Semarang.

"Informasi yang kami peroleh di 2014 ini usai VCT pada komunitas LSL di Kabupaten Semarang ditemukan ada 5 orang yang terinfeksi HIV," kata Divisi Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang, Taufik Kurniawan, Kamis (10/04/2014).

Atas hal ini, LPA menyatakan perlu melakukan pencegahan penyebaran HIV/AIDS termasuk pada kelompok komunitas LSL. Menurut Taufik, selain LSL, potensi penyebaran HIV/AIDS ini juga menyasar pada laki-laki yang gonta-ganti pasangan atau biasa disebut Laki-laki Seks Beresiko tinggi (LSB). Kelompok ini dikhawatirkan menular ke keluarganya.

Menurut Taufiq, kelompok laki-laki beresiko tinggi ini termasuk kelompok yang sulit untuk terdeteksi peredaran HIV/AIDS nya. Pasalnya, kesadaran mereka untuk memeriksakan diri masih kurang.  Di kabupaten Semarang telah ditemukan ada tiga anak yang positif mengidap HIV. Hal ini,  diakibatkan penyebaran dari orang tuanya yang diketahui mengidap HIV.

Berdasarkan data dari KPA Kabupaten Semarang, tercatat ada sekitar 90 orang penderita HIV di Kabupaten Semarang yang saat ini masih dalam pendampingan para relawan. Tugas para relawan ini memberikan pendampingan dan pemberian obat secara berkala, serta memberikan pendampingan mental. (*)



April 10, 2014 at 07:06PM

Leave a Reply