Pemkab Semarang akan Bangun Kandang Burung Hantu Senilai Rp 75 Juta

Pemkab Semarang akan Bangun Kandang Burung Hantu Senilai Rp 75 Juta
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
ilustrasi

Laporan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Rencana mewujudkan kandang burung hantu atau Tyto Alba di kawasan Banyubiru oleh Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang menuai tanggapan dari anggota DPRD Kabupaten Semarang.

Pembangunan kandang burung senilai Rp 75 juta dari APBD 2014 itu dikhawatirkan akan mangkrak lantaran predator tikus itu berlalu pergi enggan bersarang.
 
Anggota fraksi Golkar DPRD Kabupaten Semarang, Sarwono, mengatakan, sedianya pembangunan 45 kandang burung hantu di kawasan Kecamatan Banyubiru yang kerap diserang hama tikus sebaiknya harus dikaji lebih dulu.

Sebab menurut dia, belum tentu Tyto Alba yang dilepas berpotensi lebih baik mengurangi serangan tikus yang berkoloni dalam jumlah ribuan itu.

Selain itu, lanjut dia, Tyto Alba belum tentu juga mau menetap dalam kandang yang akan dibuat nantinya. Sehingga dikhawatirkan jika tidak melalui kajian yang jelas maka anggaran puluhan juta itu akan terbuang sia sia.

"Lihat itu banyak pasar dibangun dengan dana ratusan juta saja mangkrak, apalagi hanya kandang burung. Jadi alangkah baiknya harus dikaji dulu, apakah burung hantu yang didapat dari luar jawa itu bisa hidup di Kabupaten Semarang dan bersarang di kandang yang dibuat. Kalau ternyata tidak ada yang bersarang, akhirnya kandang jadi mangkrak," tegas Sarwono, Kamis (17/04/2014).



April 17, 2014 at 07:44PM

Leave a Reply