PKB Beberkan Sebab PDIP-NasDem Belum Deklarasi Capres-Cawapres

PKB Beberkan Sebab PDIP-NasDem Belum Deklarasi Capres-Cawapres
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo atau Jokowi (kanan) bersalaman dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh disaksikan Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella (kiri) sebelum mereka mengadakan pertemuan tertutup di Kantor DPP NasDem, Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014). Partai NasDem sepenuhnya akan mendukung Jokowi sebagai Capres 2014. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Hanif Dhakiri, membeberkan sebab kenapa PDIP dan NasDem yang sudah sepakat berkoalisi belum juga mendeklarasikan pasangan capres-cawapresnya.

Secara persentase, koalisi PDIP-NasDem sebenarnya sudah cukup untuk mengusung pasangan capres-cawapres. Namun hingga saat ini Jokowi sebagai capres PDIP masih bersafari politik mencari dukungan.

"Kalau mereka (PDIP-NasDem) berani, kenapa tidak langsung deklarasi saja? Mereka juga butuh koalisi lagi untuk memperkuat," ujar Hanif saat berbincang dengan redaksi Tribunnews.com, Kamis (17/4/2014).

Hanif menjelaskan yang paling dibutuhkan dalam koalisi adalah soliditas. Apalagi dalam koalisi ramping yang digembar-gemborkan PDIP. Menurutnya dalam koalisi ramping, jika ada satu anggota DPR saja yang termasuk dalam koalisi bersebrangan, maka akan berantakan semuanya.

"Bagaimana membuat koalisi solid? Kuncinya ada dua. Pertama bagaimana menyatukan pemahaman ideologi dan platform politik. Kedua, power sharing (pembagian kekuasaan)," paparnya.

"Power sharing disini yang memuaskan semua pihak mitra koalisi. Jelas, fair diantara mereka. Kalau power sharingnya saja tidak clear, susah. Di Jerman, koalisi bisa sampai 30 tahun karena power sharingnya jelas dari awal. Clear visi misi dan action plannya," lanjutnya.



April 17, 2014 at 07:18PM

Leave a Reply