Atlet Indonesia Harus Tetap Sekolah

Atlet Indonesia Harus Tetap Sekolah
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO/FX ISMANTO
Menteri Pemuda dan Olah Raga (Mempora) Roy Suryo saat mengunjungi kantor Tribunnews Jakarta dalam acara Dialog dan Livechate, Kamis (20/3/2014). (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengimbau para atlet Indonesia untuk mengenyam pendidikan formal. Menurut Roy, kehidupan para atlet akan lebih baik ketika mereka pensiun dari dunia olahraga.

Roy menilai banyaknya mantan atlet Indonesia yang hidup prasejahtera disebabkan oleh hal yang sederhana, yaitu pendidikan. Roy mengatakan standar gaji yang diperoleh mantan atlet tidak sesuai dengan standar hidup karena mereka tidak sempat menyelesaikan pendidikan selama berkarier.

“Ketika melewati golden age, mereka malu untuk kembali ke sekolah atau ambil kejar paket. Saya bisa memahami bagaimana para atlet sungkan karena dibandingkan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang buta huruf dan tidak berprestasi,” tutur Roy kepada Tribunnews.com, Senin (28/7/2014).

Untuk menyikapi fenomena tersebut, Roy mengatakan Kemenpora menjalin nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Terbuka. Kemenpora juga menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal implementasi e-learning pada para atlet.

“Meskipun penerapannya tidak mudah karena harus berhubungan dengan jaringan teknologi dan informasi di Indonesia. Intinya atlet harus sekolah,” kata Roy.

“Masalahnya adalah yang kuratif. Meski pendidikan seorang atlet tidak memenuhi, kami juga tidak mau menabrak aturan dengan memberikan privilege kepada atlet yang tidak lulus SMA tapi masuk golongan III, kan tidak mungkin. Jadi harus sesuai dengan standar,” imbuh Roy. 



July 29, 2014 at 01:05AM

Leave a Reply