'Berselancar di Atas Geladak Kapal'
TRIBUNNEWS.COM -- DENGAN asyik Iwan membaca berita dari smartphonenya, penumpang kapal motor (KM) Ciremai jurusan Tanjung Priok Jakarta - Tanjung Emas Semarang itu seperti tidak peduli dengan tempatnya yang duduk di lantai (geladak) kapal kelas ekonomi, Sabtu (26/7/2014).
Karyawan salah satu perusahaan di Jakarta itu sambil selonjor membaca-baca salah satu berita online untuk menghilangkan penat menunggu kapal yang akan membawanya mudik ke kampung berlayar. Sesekali ia menyentuh jarinya di layar touchscreen ponselnya untuk mengganti berita yang telah ia baca.
Pemuda asal Kendal, Jawa Tengah, tersebut sadar bahwa hari itu kapal tersebut memang telah dipasang dengan base transceiver station (BTS) dengan teknologi 3G. Dengan teknologi tersebut, pengguna smartphone akan mendapatkan layanan baru telekomunikasi yaitu penggunaan data.
Untuk memberikan layanan kepada pelanggannya yang sedang dalam perjalanan di kapal, Telkomsel memasang alat telekomunikasi tersebut di atas kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Sejak 2008 lalu sudah ada 16 kapal yang telah dipasangi BTS 2G. Pada program yang dinamakan 'BTS Merah Putih' ini melayani komunikasi untuk voice dan SMS saja.
Ingin meningkatkan servisnya, operator terbesar Indonesia tersebut kini menambah fasilitasnya dengan BTS 3G. Dengan teknologi 3G, pelanggan tidak hanya bisa menelepon dan mengirim SMS, tetapi juga bisa menggunakan data internet. Telkomsel adalah satu-satunya operator yang memberikan layanan telekomunikasi kepada penumpang di atas kapal.
Direktur Sales Telkomsel, Mas'ud Khamid mengatakan, Telkomsel memasang perangkat layanan 3G di delapan kapal yaitu KM Labobar, KM Kelud, KM Ngapulu, KM Bukit Siguntang, KM Dorolonda, KM Bukit Raya, KM Tidar dan KM Ciremai. "Layanan ini diharapkan agar para penumpang bisa browsing menggunakan internet saat dalam perjalanan. Mereka juga bisa selfie dan langsung mengupdate status saat berada di tengah laut, ini akan menjadi pengalaman mengasyikkan saat berada di atas kapal di tengah laut," ujar Mas'ud.
Dengan kapasitas 100 Mbps per BTS di kapal, Mas'ud yakin bisa memberikan kepuasan kepada para penumpang untuk 'berselancar' menggunakan layanan digital di atas kapal ini. Menurutnya, pada hari pertama BTS dipergunakan saja, penggunaan data di kapal masih berkecepatan 5,5 hingga 7,5 Mbps. Artinya penggunaannya masih cukup lancar, untuk browsing di Youtube saja dengan kecepatan tersebut tidak akan putus-putus.
Diakuinya, bahwa 'BTS Merah Putih' tidak memberikan banyak keuntungan bagi Telkomsel. Namun ini menjadi salah satu cara untuk menyambung telekomunikasi bagi masyarakat yang masih berada dalam perjalanan khususnya yang di tengah laut dengan keluarga atau kenalannya di darat.
Dalam sebulannya, pendapatan dari layanan BTS 2G hanya Rp 40 juta per bulan per kapal Pelni. Namun ini memberikan dampak yang cukup baik bagi pelanggan, karena mereka bisa berkomunikasi dengan orang di darat. Pada BTS 3G, Mas'ud juga tidak menargetkan pendapatan yang besar. "Pendapatannya diproyeksikan menjadi Rp 60 juta hingga Rp 80 juta per BTS per bulan," ujarnya.
Dengan investasi sebesar Rp 2,5 miliar per BTS, termasuk biaya satelitnya, sehingga dengan delapan kapal yang telah ada Telkomsel telah menanamkan dananya sebesar Rp 20 miliar. Tentu ini akan lama menghasilkan keuntungan. Mas'ud berkilah 'BTS Merah Putih' ini adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memberikan keuntungan kepada masyarakat.
"Kita nggak boleh melihat ini untung atau rugi, karena ini akan memberikan keuntungan kepada masyarakat. Kalau mau lihat ya keuntungan secara keseluruhan," tandasnya.
Menurutnya, secara bertahap nantinya BTS 2G yang ada 3G-nya akan dimatikan bila penggunanya sudah menyusut dan di bawah 20 persen dari kapasitas. Menurutnya, saat ini teknologi 2G memeng terus berkurang karena mulai digantikan oleh 3G, bahkan negara-negara produsen ponsel pun sudah mulai menghentikan produksi ponsel 2G.
Direktur Utama PT Pelni, Sulistyo Wimbo Hardjito, bahkan meminta agar seluruh kapal Pelni dipasangi BTS 3G, hal ini karena selain memberikan pengalaman kepada para penumpang, juga sangat membantu bagi para kru Pelni yang ada di kapal untuk berkomunikasi.
Menanggapi hal ini, Mas'ud Khamid mengatakan, Telkomsel akan mengevaluasinya. Menurutnya, Telkomsel akan bersedia memasang BTS 3G pada kapal-kapal dengan kapasitas antara 3.000-4.000 orang dan jarak tempuh yang cukup jauh. "Sesuai dengan fungsinya untuk menyambung komunikasi di daerah yang blank di tengah laut, jadi kami akan memasangnya untuk kapal Pelni dengan jarah jauh dan penumpang yang cukup," jelasnya. (Hendra Gunawan)
July 27, 2014 at 12:19AM