Siaran Top Gear di Myanmar 'melanggar' peraturan

Top Gear

Jeremy Clarkson (tengah) menggunakan kata 'slope' yang bernada rasis.

Acara BBC yang terkenal di seluruh dunia, Top Gear, dinyatakan melanggar peraturan penyiaran, dalam edisi khusus tentang Myanmar, seperti dinyatakan badan pengawas penyiaran Inggris, Ofcom.

Dalam edisi tersebut, pembawa acara utamanya, Jeremy Clarkson, mengucapkan komentar yang dianggap bernada rasis.

Pimpinan Top Gear, Andy Wilman, sudah mengungkapkan penyesalan atas kata 'slope' yang digunakan secara bercanda oleh Clarkson untuk seorang penduduk setempat yang berjalan di atas jembatan yang melintasi Sungai Kwai.

Kata slope -yang bermakna penghinaan bagi warga keturunan Asia Tenggara- menyebabkan timbulnya berbagai protes atas Top Gear.

Seorang juru bicara Ofcom mengatakan setelah penyelidikan yang seksama, ditemukan bahwa BBC melanggar peraturan penyiaran dengan memasukkan jargon rasis di Top Gear, yang tidak bisa diterima berdasarkan konteksnya.

"Hal itu ditulis dalam naskah. BBC gagal mengambil kesempatan, baik saat rekaman film dan pascaproduksi, untuk memeriksa apakah kata itu memiliki potensi menghina pemirsa," tegas Ofcom.

BBC mengatakan mengetahui bahwa kata slope merujuk pada orang Asia namun menganggapnya sebagai 'istilah jalanan'.

Ditambahkan bahwa mereka tidak menyadari kata itu bisa menyebabkan ketersinggungan di luar Inggris dan jika tahu maka tidak akan menggunakannya.

Top Gear sudah beberapa kali terlibat kontroversi, antara lain karena mengejek orang Meksiko sebagai 'pemalas dan tak bisa diandalkan'.



July 28, 2014 at 11:00PM

Leave a Reply