Australia Bantah Adanya Penembakan di Lokasi MH17

Kepala misi pencarian korban MH17, Mantan Panglima Angkatan Udara Australia, Angus Houston, telah membantah laporan media, bahwa penembakan telah terjadi dekat dengan lokasi pencarian, Minggu malam (3/8/2014).

Sebelumnya, laporan media menyebutkan, penembakan menghantam suatu daerah tak jauh dari lokasi kecelakaan, namun Marsekal Houston mengatakan tembakan itu dilancarkan dari jarak lima kilometer, dan tidak membahayakan para penyelidik.

Pertempuran antara separatis pro-Rusia dan militer Ukraina meningkat sejak jatuhnya pesawat Malaysia, MH17, di wilayah yang dikuasai pemberontak pada 17 Juli 2014. Masing-masing pihak saling menyalahkan atas kematian 298 awak dan penumpangnya.

Houston mengatakan, dua dari ke 6 lokasi utama kecelakaan telah diperiksa untuk mencari tulang-belulang para korban.

Dikatakannya, lebih dari 100 orang berhasil sampai ke lokasi tersebut, dan menghabiskan lebih dari lima jam untuk menyisir daerah kepingan kerangka pesawat pada hari Minggu (3/8/2014).

Tidak ada tulang-belulang manusia yang ditemukan, tetapi banyak barang-barang pribadi yang didapat dan akan dikirim ke Kharkiv bersama dengan barang-barang yang ditahan di daerah kaum separatis.

Harta benda itu kemudian akan diterbangkan ke Belanda, dan diharapkan semuanya itu akan dikembalikan ke keluarga para korban.

"Saya tidak yakin bagaimana benda-benda itu akan dicocokkan dengan korban dalam hal identifikasi. Saya pikir, mungkin prosesnya akan cukup panjang," kata Houston.

Tulang-belulang korban yang ditemukan sebelumnya akan dikirim Senin (4/8/2014) oleh pesawat RAAF C17 dari Kharkiv ke Amsterdam untuk identifikasi.

Houston mengatakan, di beberapa daerah yang telah dilanda kebakaran, pencarian cukup sulit.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott  mengatakan setidaknya pencarian itu akan makan waktu satu minggu untuk merampungkannya.



August 04, 2014 at 07:30AM

Leave a Reply