Laju Rupiah Tertekan Pada Posisi Rp 11.747 per dollar AS

Laju Rupiah Tertekan Pada Posisi Rp 11.747 per dollar AS
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Teller menghitung uang dollar AS di banking hall salah satu bank BNI di Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2013). Kondisi mata uang rupiah mengalami penurunan terbesar sejak 20 bulan terakhir. Untuk pasar forward satu bulan ke depan, kurs rupiah turun 2,3 persen menjadi Rp 10.355 per dolar Amerika Serikat (USD) pada pukul 3:00 WIB. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan  Tribunnews.com/Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Laju nilai tukar Rupiah masih terus mengalami penurunan. Nilai tukar Rupiah pada posisi kemarin berada pada  Rp 11.747 per dollar AS. Rupiah melanjutkan pelemahan setelah pada pekan sebelumnya berada pada Rp 11.591 per dollar AS. (Kurs Tengah BI).

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan penurunan mata uang rupiah seiring imbas melemahnya sejumlah mata uang emerging market karena terpengaruh dengan masalah penilaian gagal bayar Argentina.

"Laju Euro yang diharapkan dapat menguat juga terhambat masalah perbankan di Portugal sehingga mampu dikalahkan oleh dollar AS," katanya di jakarta, Selasa (5/08/2014).

Di sisi lain, pelemahan Rupiah juga dipicu respon negatif terhadap rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengumumkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Juni 2014 mengalami defisit sebesar 0,3 miliar dollar AS.

"Laju Rupiah di bawah level support Rp 11.618. Diharapkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan sentimen global picu aksi jual namun, diharapkan dapat mereda sehingga tidak terlalu menekan laju Rupiah diperkirakan akan berada pada Rp 11.768-11.726 (kurs tengah BI)," katanya. (*)



August 05, 2014 at 06:52AM

Leave a Reply