Rokok Terkenal Jepang Dipalsukan Lalu Diisi Narkoba

Rokok Terkenal Jepang Dipalsukan Lalu Diisi Narkoba
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
CEO Matsumura Engineering, pembuat detektor uang palsu tercanggih di dunia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com di Tokyo, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM,TOKYO - Percaya atau tidak, ternyata produk rokok terkenal Jepang banyak yang dipalsukan dan bahkan diisi narkoba di dalamnya. Paking atau bungkus dan label rokoknya juga ikut dipalsukan. Rokok Jepang palsu ini banyak tersebar luas di Asia Tenggara dan bukan tidak mungkin juga ke Indonesia.

"Banyak kertas dokumen termasuk bungkus rokok terkenal Jepang saat ini ikut dipalsukan oleh dunia bawah tanah. Lalu dijual dalam dua harga yang biasa atau murah dan yang mahal. Rokok Jepang terkenal ini, terutama yang palsu, sangat mirip sekali dengan yang asli karena pembuatnya juga profesional, banyak tersebar di Asia Tenggara terutama di Thailand dan bukan tidak mungkin juga tersebar di Indonesia," papar Yoshihide Matsumura, CEO Matsumura Engineering Co.Ltd, pembuat mesin detektor uang palsu tercanggih di dunia khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (29/8/2014).

Menurutnya, rokok Jepang yang terkenal itu, terutama yang palsu, baik yang murah maupun yang mahal, bungkusnya sama persis dan sangat profesional, sulit sekali dibedakan palsu dan aslinya. Lalu apa bedanya antara yang murah atau harga biasa seperti harga rokok Jepang aslinya, dan harga yang mahal?

"Kalau rokok yang mahal, di dalam rokoknya dimasukkan unsur narkoba, tetapi kadar rendah sehingga tak terdeteksi. Oleh karena ada unsur narkobanya, walaupun sedikit. Maka kalau pengisap rokok itu akan bisa ketagihan, keenakan, terus menerus bertambah merokoknya karena tercampur unsur narkoba yang membuat kita melayang-layang dan seolah terasa enak. Itulah sebabnya pembeli berulang-ulang meskipun agak mahal," ungkapnya.

Sedangkan rokok palsu yang biasa harganya tidak ada unsur narkobanya. Namun harganya sama dengan harga rokok Jepang terkenal, tidak ada bedanya dan sangat sulit sekali dibedakan dengan yang asli karena pemalsuannya memang sangat profesional.

Pemalsuan ini dilakukan di Korea Utara dengan bantuan dunia hitam Taiwan, lalu dipasarkan ke Asia Tenggara dengan markas di Thailand lalu menyebar ke berbagai negara termasuk kemungkinan besar ke Indonesia.

"Keterlibatan pemalsuan ini pun tak lepas pula dari kalangan Yakuza di Jepang. Sedangkan di Thailand tampaknya banyak beredar di sekitar Pantai Pattaya," katanya.

Info lengkap Yakuza silakan baca di www.yakuza.in.



August 29, 2014 at 01:56PM

Leave a Reply