Ratusan Miliar Dana Kementrian PU di NTT Mubazir
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com. Ferry Ndoen
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG-- Ratusan miliar dana yang dialokasikan pemerintah pusat melalui APBN yang bercokol di Kementrian PU untuk Provinsi NTT terancam mubazir dan tidak ada manfaatnya, khususnya alokasi dana untuk pembangunan jembatan petuk I, Petuk II dan Petuk III.
Sementara para perencana, pelaksana, dan penanggung jawab program yang ada di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wil VIII melalui UPT yang ada di NTT tetap memburu fisik proyek semata tanpa melihat dan mempertimbangkan hasil akhir dari pembangunan itu sendiri.
Hal ini disampaikan seorang tokoh masyarakat di wilayah Kolhua, Ferdrik Bistolen saat menelpon ke redaksi Pos Kupang, Rabu (3/9/2014).
"Ya.. saya sebagai tokoh masyarakat di wilayah Kolhua, Kota Kupang ingin menyoroti pembangunan jalur jalan 40 yang dibiayai dari dana APBN lebih dari sepuluh tahun terakhir. Kalau mau ditotal dana untuk ruas jalan itu sudah lebih dari Rp 1 triliun. Namun lintasan jalan tersebut terancam mubazir karena tidak ada titik akhir akses jalan yang bisa dibuka lagi pasca pembanguan jembatan Petuk yang dibangun dengan alokasi dana ratusan miliar," kata Bistolen.
Menurut Bistolen, titik jalan yang akan dilewati jalur 40 sudah dipenuhi ratusan rumah sehingga sulit untuk diakses masuk ke jalur 40 yang ada di Lasiana.
"Mestinya hal ini menjadi bahan renugnan PPK, satker dan pihak perencana jalan dan jembatan yang dibiayai dari dan APBN. Dan jangan sengaja masa bodoh mengejar target proyek fisik semata namun proyek itu terancam mmubazir. KPK juga sudah beri ultimatum bahkan pembangunan yang tidak membawa manfaat bagi masyarakatr bisa diketegorikan sebagai korupsi karena hanya membuang-buang anggaran negara," kata Bistolen.
Dia berharap pihak PPK dan satker juga perencana jalan nasional menggunakan jalan APBN jangan mas bodoh dan pura-pura bodoh.
"Harus membangun koordinasi dan komunikasi dengan Pemkot Kupang dan Pemrpov NTT agar ada solusi untuk masalah lahan. Jangan semata mengejar proyek melulu," kata Bistolen.
Sementara PPK Pembangunan Jalan Wilayah Kabupaten Kupang, Ir. Ketsia AS Lanoe, MT dan Kasatker PJN Wil I NTT, Ir. Niko Botha, MT saat dihubungi namun sibuk.
Ona Lanoe saat dihubungi namun mengaku masih konsentrasi membangunan ruas jalan reguler yang dibiayai darai dana APBN 2014 di wilayah Kabupaten Kupang. (fen)
September 03, 2014 at 12:29PM