Fernando Serahkan Diri pada Polisi Usai Tikam Alan Hingga Tewas

Fernando Serahkan Diri pada Polisi Usai Tikam Alan Hingga Tewas
Sriwijaya Post
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Peristiwa Selasa (28/10/2014) dinihari masih membayangi FO alias Fernando. Ia teringat telah melayangkan pisau ke tubuh Alan yang saat itu langsung tersungkur bersimbah darah. Setelah itu ia langsung melarikan diri.

Namun, suasana batin lelaki 24 tahun itu tak tenang. Siang sekitar pukul 13.00 Wita ia datang ke Polsek Singkil menyerahkan diri. Ia mengaku takut menjadi kejaran polisi.

"Saya takut makanya saya menyerahkan diri," ujarnya.

Peristiwa itu terjadi di rumah keluarga Wuisan-Bawole di Kelurahan Singkil Dua Lingkungan V, Kecamatan Singkil, yang saat itu menggelar syukuran ulang tahun untuk nenek Fernando.

Alan yang mendengar iringan musik dari perayaan ulang tahun itu baru pulang dari tempat kerja. Ia pun langsung menuju ke situ.

"Diduga korban telah mengomsumsi minuman keras terlebih dahulu, sebelum dia mendatangi lokasi acara," tutur Kapolsek Singkil Iptu Maulana Aryo Bimo.

Korban terlibat pesta miras bersama-sama saudara pelaku. Namun pesta miras tersebut berujung ricuh. Tiba-tiba saja korban dikeroyok oleh saudara-saudara pelaku, hingga korban tersungkur ke tanah.

Saat terjatuh, Fernando mengambil kesempatan langsung masuk ke rumah mengambil pisau badik. Setelah mengambil pisau, Fernando pun langsung menghampiri korban dan menikam korban.

"Sebelum Fernando menikam korban, dia sempat beradu dengan Ferdi, saat ini Ferdi masih menjalani pemeriksaan intensif bersama beberapa rekan lainnya," ujar Bimo.

Saat itu, situasi pun jadi kacau, korban tak lagi sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siti Maryam tetapi meninggal dunia dalam perjalanan.

"Kami terapkan Pasal 338 SUB 170 Ayat 2 ke 3E, 351 Ayat 3 KUHP Jo Pasal 55, 56 KUHP. Pasal tersebut kami kenakan karena ada keterlibatan saudara-saudara pelaku. Mereka masih menjalani proses pemeriksaan," terang Bimo.

Fernando di dalam ruang tahan Polsek Singkil, mengaku bersalah. Perbuatan tersebut dia lakukan karena kesal pada korban yang telah membuat keributan di acara ulang tahun.

"Dia datang cuma pakai singlet, lalu mabo. Dia langsung duduk minum dengan om kita. Kita lihat dia marah pada om," tutur pria satu anak itu.

Pada saat melihat keluarganya beradu mulut dengan korban, tak tanghung-tanggung bersama Ferdi menghampiri korban.

"Yang pukul pertama Ferdi, kita cuma kena pukulan dari korban. Karena kena, kita langsung ambil pisau di rumah, kita langsung tikam. Kejadian selanjutnya kita tidak tahu karena kita sudah lari," terang Fernando.(fer)



October 29, 2014 at 09:23AM

Leave a Reply