Gagal Berangkatkan Haji, Madania Janji Kembalikan Uang

Gagal Berangkatkan Haji, Madania Janji Kembalikan Uang
Tribun Kaltim/Kholish Chered
Pemeriksaan jemaah haji oleh paramedis kloter. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pihak travel pemberangkatan umrah dan haji Madania Semesta Wisata meminta maaf atas kegagalan pemberangkatan ratusan jemaah calon haji pada tahun ini.

Pihak Madania bersedia mengembalikan uang yang sudah dibayarkan para jemaah.

Direktur Operasional Travel Umrah dan Haji Madania, Malky, menuturkan, kegagalan pemberangkatan haji dikarenakan pihaknya mempercayakan kepada seorang konsulat untuk mengurus visa.

Namun, konsulat tersebut gagal menguruskan visa tersebut ke Kedutaan Besar Arab Saudi.

"Memang ini pertamanya karena kami mengajukan visa ke kedutaan melalui salah seorang yang dianggap bisa mewakili, tapi terjadi kegagalan, salahnya dia sudah memastikan bisa, tapi gagal," ujar Malky pada Tribun melalui sambungan telepon, Rabu (1/10).

Dengan kegagalan tersebut, lanjut Malky, terjadi keresahan diantara para calon haji tersebut. Sehingga, kata dia, para jemaah yang sudah siap secara materil dan moril merasa dirugikan atas kegagalan tersebut.

"Mungkin ada salah satu pihak yang merasa dirugikan dari segi morilnya, mungkin karena pihak tersebut merasa sudah siap berangkat tapi gagal," katanya.

Pada Minggu (28/9) malam, sejumlah perwakilan calon haji mendatangi kantor Madania di Jalan Cijagra No. 22 Bandung. Setelah itu, para perwakilan jemaah dan pihak Madania melakukan mediasi di Mapolsekta Lengkong.

"Kami coba menyampaikan dan kami siap bertanggung jawab, memang kemarin sudah terjadi kesepakatan untuk bermusyawarah dan menyelesaikan secara damai," kata dia.

Lebih lanjut, Malky mengatakan ada dua opsi solusi bagi jemaah calon haji yang gagal berangkat ini. Pertama, kata Malky,
pengembalian uang secara penuh. Kedua, melanjutkan pemberangkatan pada tahun depan.

"Uang akan dikembalikan bagi mereka yang menginginkan dikembalikan tanpa ada potongan apapun. Tapi ada juga beberapa yang mau melanjutkan tahun depan," katanya.

Untuk waktu pengembaliannya, Malky belum dapat menentukan kapan. Pihaknya akan mendata lebih dahulu dan membuat surat pernyataan kepada para perwakilan jemaah calon haji yang berangkat melalui travel Madania.

"Mekanismenya sama seperti mereka mendaftar ke sini, tapi untuk waktunya nanti kita yang akan menghubungi perwakilannya," kata Malky.

Pada siang kemarin, seorang calon haji asal Kota Semarang, Slamet Sugihartono (54) mendatangi kantor Madania di Jalan Cijagra. Namun, Slamet harus pulang dengan tangan kosong karena kantor masih tutup.

Slamet mengatakan, dirinya mendaftar paket haji ONH plus dengan harga Rp 80 juta di kantor Madania cabang Semarang pada Maret 2014 lalu. Ia dijanjikan bisa berangkat pada tahun ini atau pada Minggu (28/9) lalu.

"Saya sudah dari bulan Maret (daftar), tapi sampai sekarang belum ada informasi lagi, saya pingin tahu. Waktu itu katanya nanti-nanti, tunggu dulu saja," ujarnya pada Tribun di kantor Madania.

Karena mengetahui kantor pusat pemberangkatan umrah dan haji Madania berada di Kota Bandung, Slamet pun langsung berangkat dari Semarang ke Bandung pada Selasa (30/9) malam.

Namun, kedatangannya yang sudah jauh-jauh dari Semarang tidak mendapatkan hasil. Tidak ada pengurus Madania di kantor tersebut.

Ia hanya bertemu dengan seorang penjaga kantor Madania saja. Ia pun berbicara dengan penjaga kantor tersebut. Di dalam kantor, kondisinya hampir sama seperti saat Tribun mencoba mendatangi kantor tersebut Selasa lalu.

Ruangan operasional tampak berantakan, dus makanan, air minum kemasan gelas serta cangkir-cangkir berserakan diatas meja.

"Saya hanya ingin menanyakan kejelasannya saja, padahal saya sudah bayar tapi sampai sekarang belum ada berita lanjutannya," kata Slamet.

Ditanya soal kondisi kantor yang tutup, Malky mengakui, kantor Madania memang belum beroperasi kembali. Sebab, kata dia, para pegawai masih syok atas kejadian kegagalan pemberangkatan sekitar 200 calon haji tersebut.

"Memang belum beroperasi, kita masih syok, kita juga kan mengalami musibah seperti ini. Baru pertama kali Madania mengalami ini," kata Malky. (cr1)



October 02, 2014 at 05:05AM

Leave a Reply