Ingin BAB Justru Motor Irsam Dirampas Oramg Tak Dikenal

Ingin BAB Justru Motor Irsam Dirampas Oramg Tak Dikenal
NET
Ilustrasi tembakan pistol ke atas

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Irsam (24), warga di Dapur 12, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) harus rela sepeda motornya dirampas orang tak dikenal (OTK) saat berada di Jembatan I Barelang.

Irsam, salah satu pegawai Dinas KP2K Batam, mengatakan harusnya pada  Senin (27/10/2014), iapulang dan beristirahat setelah bertemu rekannya di Balai Budidaya, Jembatan 3. Namun sesampaikan di Jembatan Satu Barelang, ia malah dihadang perampok yang berjumlah sekitar 4 orang. Pelaku diduga membawa senjata api jenis pistol.

Korban pun harus kehilangan sepeda motor Yamaha Vixion BP 4283 JQ berwarna Merah Putih, uang tunai Rp 200 ribu, jam tangan dan HP Nokia yang dirampas kawanan pelaku.

Diceritakan korban saat melapor di Polsek Batuaji, Selasa (28/10/2014), saat itu dirinya dari Fanindo dan akan mengunjungi tempat kerja rekannya di Jembatan 3. Saat perjalanan ke Jembatan 3, dirinya selamat sampai tujuan.

Setelah bertemu rekannya, korban hendak pulang ke Dapur 12 sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. Namun, dalam perjalanan pulang, dirinya tiba-tiba merasa mules dan ingin buang air besar (BAB). Korban pun berhenti dibawah Jembatan I, dan buang air disana.

"Saya sudah kebelet sekali. Makanya saya nekat berhenti disana dan buang air. Motor juga saya parkirkan dibawah. Dekat dengan saya," katanya.

Setelah korban selesai buang air, korban kembali ke sepeda motornya dan hendak melanjutkan perjalanan pulang. Belum sampai menghidupkan motor, korban langsung didatangi sekawanan OTK sebanyak 4 orang dan langsung menodongkan pistol kearah korban. Korban pun hanya diam ketakutan setelah mendengar ancaman pelaku.

"Dua orang bawa pistol. Langsung ditodongkan ke kepala dan perut saya. Saya pun ketakutan pas pelaku ngomong 'Kalau kamu melawan, kamu mati,' setelah itu saya dibekap dan diikat. Mulut saya dibekap pakai lakban, sambil ngancam, pelaku sudah siap-siap mau nembak," ujarnya.

Kawanan perampok itupun segera merampas barang-barang korban dan melarikan diri meninggalkan korban. Korban yang hanya seorang diri mau tak mau harus berusaha melepaskan ikatan pada tangannya agar bisa meminta tolong kepada warga.

Jelang setengah jam setelah kejadian, korban akhirnya berhasil melepas ikatan dan berjalan kaki menuju rumah saudaranya di Tanjung Gundap, Sagulung. Saat itulah dirinya segera menghubungi keluarganya yang ada dirumah untuk menjemput dirinya di Tanjung Gundap.

"Sampai di rumah saudara sekitar pukul 02.00 WIB. Gak sempat lapor malam itu juga karena terlalu kelelahan dan saya masih ketakutan,"ujarnya.

Menurutnya,  suasana di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat itu tergolong gelap. Penerangan yang terhalang jembatan membuat korban tak bisa menghapal ciri-ciri salah satu pelaku yang mermpoknya. Selain itu, lokasi juga sepi orang sehingga tak ada warga yang tahu kejadian tersebut.

"Dia (pelaku) datang jalan kaki. Motornya diparkirkan jauh dari lokasi. Saya juga gak begitu inagt ciri-ciri. Yang saya tahu, rambut pelaku agak cepak, memakai topi, berbadan agak besar namun tak tak terlalu tinggi. Kalau wajah detil atau warna kulit saya gak tahu karena gelap,"katanya.

Korban, saat melapor ke Mapolsek Sagulung kembali ditolak dengan alasan bukan wilayah Polsek Sagulung. Pihak SPK Polsek Sagulung pun menyuruh korban melapor di Polsek Galang.

Dengan harapan bisa cepat selesai, korban akhirnya bersemangat pergi ke Polsek Galang di jembatan 5. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan motor Honda Grand, korban akhirnya sampai ke Polsek Galang. Namun, kekecewaan kembali menghampiri korban lantaran laporan kembali ditolak.

"Laporan ditolak lagi. Katanya itu wilayah Polsek Sagulung. Kami pun kembali ke Polsek Sagulung. Kami mikirnya, semoga bisa diterima. Padahal yang saya inginkan cuma surat kehilangan sepeda motor saya. Supaya bisa ditunjukkan ke dealer. Motor saya masih kredit," katanya.

Sesampainya di Polsek Sagulung. Kembali perasaan kecewa dirasakan korban lantaran dilempar lagi. Korban hanya bisa pasrah tanpa mengeluh kepada polisi. Korban pun disuruh melapor ke Mapolsek Batuaji. Padahal, kronologis kejadian jelas-jelas ada di wilayah Sagulung.

"Saya sudah lapor pagi tadi ke Polsek Sagulung, tapi ditolak. Kami disuruh ke Polsek Batuaji sekarang. Saya gak tahu mau kemana lagi. Tadi kata petugas Polsek Galang, langsung lapor ke Polresta Barelang saja, tapi nanti kami takut ditolak lagi. Kami sduah kecapekan kesana-sini," ujar korban.

Korban akhirnya diterima melapor ke Polsek Batuaji. Rencananya, setelah melapor ke Batuaji, polsek Batuaji akan melimpahkan LP-nya ke Polsek Sagulung.

"Beruntung diterima disini, kami jadi gak perlu mondar-mandir lagi. Kami cuma butuh surat kehilangan saja," katanya.



October 29, 2014 at 10:24AM

Leave a Reply