Musik Jazz Tetap Oke Meski Main di Tanah Abang

Musik Jazz Tetap Oke Meski Main di Tanah Abang
Warta Kota/Nur Ichsan
RAN, Trio penyanyi cowok, beranggotakan Rayi, Astha dan Nino, tampil dengan lagu-lagu baru mereka seperti diantaranya lagu berjudul Begitu Saja, di panggung arena Java Jazz Festival, di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014) malam. Mereka tampil memukau penonton dengan sejumlah lagu hits mereka. (Warta Kota/Nur Ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak ada pakem bahwa Aliran Jazz sebagai musik akan dimainkan di beberapa tempat saja yang terkesan ekslusif. Nyatanya musik Jazz tetap bisa diterima di semua kalayak bahkan di pelosok-pelosok kampung terpencil di Indonesia.  

Idang Rasjidi, Musisi Jazz Senior menuturkan kerap manampilkan musik jazz di berbagai kampung dan responnya ternyata sangat luar biasa.  

"Saya keliling ke kampung-kampung di Pontianak, Sumatera, mereka tetap antusias meskipun saya dikasih daging, aneka sayuran, ya mereka tetap menimati," katanya ketika berbicara mengenai Jakarta Jazz Festival di Jakarta, kemarin.

Pria yang pernah menerbitkan album bertajuk Heaven and Earth pada 1996 ini mengatakantidak ada alasan bahwa pagelaran festival Jazz dilaksanakan di tempat tertentu seperti Ancol, ataupun tempat lainnya. Karena musik itu merupakan bahasa yang  universal.

"Gak masalah main di Pluit atau Tanah Abang, karena musik itu universal, musik membuat pemilu rame, tanpa musik, gak akan ada massa pada datang," katanya.

Dia pun meyakini bahwa beberapa lokasi yang dipilih pada Jakarta Jazz Festival akan menyedot perhatian masyarakat, beberapa di antaranya adalah adalah Museum Fatahillah, Setu Babakan, Kota Tua, Waduk Pluit, Foundry 8, Black Cat dan Amigos.  "Saya yakin responnya akan bagus," jelasnya.



October 29, 2014 at 11:14AM

Leave a Reply