Tiga Penumpang Nyaris Terbakar Saat Mikrolet yang Ditumpanginya Meledak

Tiga Penumpang Nyaris Terbakar Saat Mikrolet yang Ditumpanginya Meledak
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Sebuah angkutan kota jurusan Cicaheum-Ciroyom dengan nomor polisi D 1976 BA terbakar sekitar pukul 15.15 di Jalan Sumur Bandung, Selasa (2/9). Penyebab terbakarnya mobil belum diketahui penyebabnya. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA 

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Mikrolet dengan nomor polisi DB 1209 AK trayek Malalayang-Karombasan yang saat itu memuat tiga penumpang tiba-tiba mengeluarkan asap dan tidak menunggu lama meledak.

Peristiwa yang terjadi Rabu (29/10/2014) pukul 15.30 Wita, di Jalan Ahmad Yani, Sario, Manado ini langsung menyita perhatian warga sekitar lokasi dan beberapa pengendara sepeda motor serta mobil yang lewat.

Imbas peristiwa ini ruas jalan yang memang sering macet ini kian bertambah macet. Ratusan kendaraan mengular di lokasi kebakaran tepat di depan Kantor Persit Candra Kirana hingga Jalan Pierre Tendean (Boulevard).

Beberapa warga spontan menjadi fotografer dadakan dengan berlomba-lomba mengabadikan momentum ini melalui ponsel. Tak berapa lama polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan.

Sempat terjadi ledakan yang cukup kuat sebanyak empat kali, yang diduga dari ban kendaraan yang pecah karena kena panas. Ledakan ini sontak ikut membuat warga kaget dan mundur. Tak lama berselang usai ledakan itu, pemadam kebakaran (Damkar) dari Pemerintah Kota Manado, tiba di lokasi kejadian dan langsung memadamkan api.

Setelah api berhasil dipadamkan polisi dan warga di lokasi kejadian menggotong kendaraan ke tepi jalan. Para petugas berusaha mencari sang sopir namun tak berhasil.

Santo Lantang, sopir angkot trayek Malalayang-Karombasan saat ditanya identitas sopir angkot nahas itu, mengaku tak kenal.

"Meskipun saya sopir trayek sama, tapi tak kenal sopir mikro itu. Kan tidak satu bos. Saya juga tadi tak melihat sopirnya, karena kendaraan saya terpaut lama dengan mikro itu," ujarnya.

Santo mengaku tak menyaksikan peristiwa ini sejak awal.

"Saya hanya lihat sudah ada asap. Lalu beberapa kendaraan di depan kendaraan saya langsung melaju melewati sumber asap, yang ternyata mikro tersebut. Kuatir terserembet api, saya langsung menghentikan kendaraan," ujarnya.

Jefry (27) saksi mata yang bekerja mengecat pedestrian jalan sekitar lokasi kebakaran menuturkan, saat kejadian jalan itu cukup padat. Tiba-tiba kendaraan tersebut terhenti karena ada asap.

"Tiga orang penumpang, dua perempuan dan satu pria turun dari angkot lalu menjauh, sopir juga terlihat turun," ujar buruh bangunan ini.

Tak lama berselang setelah penumpang dan sopir turun, api membesar, sehingga sempat membuat beberapa pengendara yang lewat panik.

"Saya lihat mobil-mobil yang ada dekat mikro itu menjauh. Saya tak memperhatikan sopirnya karena sudah banyak orang, tapi infonya pemilik mikro ini perawat di RS Ratumbuisang," ujarnya.

Sedangkan Ses Melan Mambu, pemilik mikrolet nahas itu tampak galau. Dia tak bersedia diwawancarai, ketika Tribun Manado mencoba menanyakan nama dan identitas dari sopir kendaraan miliknya itu.

"Tolong, saya tak mau komentar," ujarnya sambil menjauh menghindari wartawan.(tos)



October 30, 2014 at 07:55AM

Leave a Reply