4 Jenazah asal Makassar Belum Teridentifikasi
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- OPERASI evakuasi korban pesawat jatuh AirAsia nomor penerbangan QZ-8501, memasuki hari ke-tujuh, Minggu (4/1/2015).
Tim SAR yang dikoordinasikan tim Badan SAR Nasional, sudah berhasil mengevakuasi 34 dari 162 korban penerbangan Juanda Surabaya- Changi Singapura ini.
Artinya masih ada 123 penumpang dan lima kru kabin termasuk kapten pilot Irwanto dan co pilot Remi Plesel (Perancis), yang dalam proses pencarian di laut seluas 20700"20.700 nautical mile (nm) per segi dan kedalaman 20 hingga 30 mdpl.
"Konfirmasi saat ini 34 jenazah sudah dievakuasi," terang Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo melalui konferensi pers yang diselenggarakan di kantor Basarnas, Ahad (4/1/2014).
Sejak Rabu (31/12/2014) lalu, Basarnas sudah memberikan ke-31 Tim Disaster and Victim Identification (DVI) Polda Jatim, dan 9 diantara sudah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga.
Sebagian besar korban berasal dari Surabaya dan Jawa Timur, dan masing-masing 1 dari Palembang dan Klaten, Jwa Tengah.
Dari ke-31 itu belum warga korban asal Makassar yang teridentifikasi. Empat korban sekeluarga itu adalah Hendra Theodoros, dan istri Sheane Josal, beserta anak perempuannya, Winoya Theodoros dan anak laki-lakinya Reynaldi Theodoros.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Selasa (30/12) tahun lalu, berjanji membantu pengurusan jenazah keluarga yang tinggal di Jl Baronang, Ujungpandang, Makassar itu
Sekadar diketahui, dari 155 penumpang sekitar 60 diantaranya sejauh ini teridentifikasi masih satu keluarga atau punya hubungan darah.
Jenazah terakhir yang teridentifikasi dan terbilang satu keluarga adalah Themeji Thejakusuma (45), dan putranya Steven Jie (10), warga Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/1/2015).
Kakak Themeji, Fandi Theja Kusuma (52), mengungkapkan, kepergian adiknya ke Singapura salah satunya untuk memperingati hari ulang tahunnya. Sebuah perayaan spesial sudah dirancang bersama keluarga terdekatnya, yakni sang suami Charly Theja Kusuma (48), ibunda Jo Indri (80), dan ketiga anaknya yaitu Stephanie Jie (21), Steven Gunawan (19), dan Stevie (9).
Menurut Fandi, rencananya, Themeji dan keluarga akan menggunakan kapal pesiar dari Singapura menuju Thailand. Liburan ini menjadi impian Themeji sekaligus menikmati pergantian tahun dan perayaan usia barunya. Akan tetapi, naas bagi Theeji. Pesawat yang ditumpanginya jatuh di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Minggu (28/12/2014) lalu.
"Di situ enggak ada yang aneh. Kami juga tahu kalau mereka mau liburan ke Singapura tanggal 28 Desember naik pesiar dari Singapura ke Thailand," kata Fandi, saat dijumpai di rumah duka, Sabtu lalu.
Fandi terakhir bertemu Themeji pada 26 Desember 2014. Rencananya, lanjut Fandi, setelah tiba di Bandara Changi, keluarga ini akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa perjalanan ke pelabuhan. Perjalanan sudah dirancang jauh hari dan dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air pada 6 Januari 2015. (cr1/zil)
January 05, 2015 at 03:28AM