Kapal Basarnas Balik Kanan Setelah Dihadang Gelombang Tinggi
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, KUMAI – Prediksi BMKG yang menyebutkan di hari ke enam proses pencarian dan evakuasi Air Asia, cuaca perairan selat Karimata dan Utara Laut Jawa aman untuk dilalui ternyata tepat.
Kapal Basarnas KN 101 Purworejo yang membawa 25 penyelam, berhasil menempuh 120 Nautical Mill menuju titik lima, teluk air mati yang berada di sebelah utara Laut Jawa. Tempat tersebut merupkan tempat pertama kali ditemukannya serpihan dan korban Air Asia. Hari-hari sebelumnya Jarak tersebut tidak pernah dapat dicapai oleh kapal basarnas lantaran angin kencang dan gelombang tinggi.
Kapal Basarnas yang ditumpangi Tribunnews selalu di hadang tingginya gelombang ketika baru mencapai perairan teluk Kumai. "Cuaca cerah, angin tidak terlalu kencang," ujar kapten kapal Adil Triyanto, di depan kemudi kapal, Jumat (2/1/2015).
Namun tenyata cuaca diperairan utara laut Jawa tersebut sangat fluktuatif. Setelah tujuh jam perjalanan atau satu jam menuju lokasi koordinat serpihan, kapal kembali balik kanan lantaran gelombang sangat tinggi. Air dari Hempasan ombak bahkan mencapai deck kapal. "Kita kembali ke pelabuhan lantaran, tidak aman untuk dilalui dan itu berbahaya " ujar second officer Kapal Basarnas, Wawan Darsono.
Dengan kondisi tersebut, kapal Basarnas hanya beroperasi di perairan Kumai, mencari serpihan yang terbawa arus laut.
January 02, 2015 at 11:44PM