Sofjan Wanandi: Melemahnya Rupiah Hanya Sementara

Sofjan Wanandi: Melemahnya Rupiah Hanya Sementara
Kompas.com
Sofjan Wanandi. 

Laporan Warawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terus menurun di awal tahun 2015, hingga mencapai Rp 12.600 per dolar AS pada hari ini, Senin (5/1/2015). Namun menurut Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi rupiah ke depannya akan kembali menguat.

Kepada wartawan di kantor Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil JK, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sofjan mengatakan penurunan nilai tukar rupiah salah satunya dikarenakan tingginya permintaan dollar pada akhir tahun.

"Desember kemarin banyak sekali orang (butuh dolar), bayar hutang, liburan," katanya.

Pada awal tahun ini aktivitas tersebut menurun, dan masyarakat mulai kembali bekerja kata Sofjan. Pemerintahan Joko Widodo - JK pun kata dia akan mulai mendongkrak nilai ekspor untuk memperbaiki keadaan.

"Januari ini orang sudah kembali, selesai liburan, (nilai) ekspor akan lebih baik lagi," terangnya.

Kata dia bukan pekerjaan yang mudah untuk mendongkrak nilai ekspor hingga menyampai pencapaian tahun 2012 lalu, yakni 200 miliar dolar AS. Salah satu alasannya adalah bahan tambang yang merupakan salah satu dagangan utama Indonesia nilainya terus melemah, dipicu oleh turunnya harga minyak dunia hingga mencapai di bawah 60 dolar AS per barel.

"Karena harga minyak tertekan, otomatis yang lain terdampak, batubara, CPO (crude palm oil), LNG (liquified natural gas). Oleh karena itu kita harus kerja lebih keras lagi," ujarnya.



January 06, 2015 at 12:18AM

Leave a Reply