Ahok Emoh Disalahkan Terkait Pengadaan Bus Berkarat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan pengamat yang menganjurkan Kejaksaan Agung ikut memeriksanya dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo terkait pengadaan bus TransJakarta yang berkarat.
Hal ini dikarenakan bus tersebut merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan. "Bagaimana bisa menduga kita? Kita cuma minta anda beli TV, kalau TV datang jelek ya anda harus tolak dong. Kalau anda terima ya anda yang salah," kata pria yang akrab disapa Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/4).
Ahok mengatakan bahwa kebijakan pengadaan bus TransJakarta sendiri sudah jelas untuk mengatasi kemacetan. Tak hanya itu, pengadaannya pun, dia menganjurkan untuk melalui E-Catalog dan LKPP. Alhasil, ada beberapa tender pengadaan bus TransJakarta yang masih ditunda tendernya.
"Nah tahun lalu kita mau tambah 1000, karena perusahaan SPBG bilang mana busnya suruh kami bikin SPBG terlebih dahulu. Orang bilang mana busnya, maka kita putuskan untuk beli saja," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan dirinya bersalah kalau menyuruh aparat dibawahnya untuk membeli bus yang rusak. Akan tetapi, dia tidak pernah menyeruh Dishub DKI Jakarta menerima bus TransJakarta yang berkarat itu.
"Kecuali kalau saya perintahkan anda untuk beli sama dia. Atau saya bilang jelek-jelek ya terima saja. Itu boleh saya yang salah. Kalau anda mau salahkan seperti itu ya DPRD semua salah dong. Kan anda mau putuskan mau beli mobil bus," tegas Ahok.
Dia menganologikan menyuruh supir untuk menyetir mobil miliknya. Ketika dalam perjalanan terjadi kecelakaan dan, mobilnya menabrak seseorang. Sedangkan, dia duduk di bagian belakang maka supirlah yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Pasalnya, yang membawa mobil adalah supir itu.
"Makannya gitu, kalau gue nyuruh Supir gue terus tuh supir nabrak orang, gue lagi duduk di belakang, saya harus masuk penjara gak? Kan saya yang bayar dia bawa mobil. Jadi gak boleh gitu caranya, itu terlalu tendensius lah. Enggak usah main politik lah saya kira," katanya.(Bintang Pradewo)
April 02, 2014 at 05:41PM