Aria Bima: Pemilu Tahun Ini Paling Brutal

Aria Bima: Pemilu Tahun Ini Paling Brutal
Warta Kota/Henry Lopulalan
(Kiri dari kanan) Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari, Politisi PDIP Aria Bima, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tanjung, Direktur Eksekutif Polcomm Institute Heru Budianto dan Capres Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa hadir dalam diskusi politik di Cheese Cake Factory, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/1). Diskusi politik tersebut membahas pemimpin untuk Indonesia maju dan bebas korupsi jelang Pemilu 2014 yang akan diselenggarakan April mendatang. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima, mengungkap pemilu tahun ini yang paling brutal. Kendati maraknya politik uang, Panwaslu tidak sigap mengusut permasalahan tersebut ke KPK, polisi maupun pihak berwajib.

"Ini adalah pemilu paling brutal. Saya caleg, saya tau kondisi lapangan. Mana panwas? Partai politik yang tidak tepat waktu menyelesaikan urusan pemilu saja kena sanksi. Tetapi yang namanya money politics, kenapa panwas tidak terjadwal dengan KPK? Kenapa tidak terjadwal dengan polisi ataupun tentara? Untuk menangkap pelaku money politics itu tidak dilakukan," katanya saat ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/4/2014).

Usai forum diskusi bertajuk 'Tiga Skenario Pilpres 2014', pria berkacamata ini juga mengaku tidak menyalahkan masyarakat yang sudah terjatuh di dunia politik uang. Namun, caleg-caleg yang menggunakan mobilisasi dengan uang ini, menunjukkan secara kualitatif ini sudah menjadi pemilu yang paling brutal.(Panji Baskhara Ramadhan)



April 13, 2014 at 06:38PM

Leave a Reply