Demokrat Trauma Koalisi Parpol 'Nano-nano' dan Basa-basi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat (PD), Sutan Bhatoegana menilai partainya masih jadi penentu dan memiliki nilai jual dalam perkoalisian parpol untuk Pilpres 2014 kendati hasil hitung cepat (quick count) Pileg hanya mendapat 9 sampai 10 persen suara.
Sutan menyadari keputusan koalisi parpol untuk pilpres tersebut ada pada elit-elit PD, termasuk ke Presiden SBY. Namun, ia pun ingin agar partainya tidak lagi berkoalisi dengan parpol yang menjadi teman sekaligus musuh seperti koalisi lima tahun terakhir ini.
Diketahui, Partai Demokrat dan anggota parpol koalisinya (Golkar, PKS, PKB, PPP, PAN) kerap berseberangan menyangkut kebijakan di DPR dan pemerintah, seperti BBM dan kasus Century.
"Koalisinya harus sehati, sejati bukan basa-basi. Capek kita koalisi yang seperti kemarin ini, koalisi yang cuma basa-basi, kalau enaknya mereka mau, enggak enak enggak mau. Coba lihat, giliran kampanye mereka saling klaim soal kebijakan populis," tegas Sutan saat berbincang dengan Tribun.
Menurut Sutan, saling serang hingga cara pandang berbeda tentang suatu kebijakan dari parpol koalisi selama ini menyebabkan kinerja pemerintahan tidak maksimal. "Koalisi kemarin itu cuma koalisi basa-basi, enaknya mau, basinya enggak mau. Beda-beda terus di dalam, kemarin itu 'koalisi nano-nano', campur-campuran tujuannya sesuai kepentingan masing-masing," sindir Sutan.
Diketahui, Nano adalah merk produk permen dengan rasa asam, manis dan asin saling bercampur.
Sutan merasa optimis Partai Demokrat masih menjadi penentu koalisi karena PD masih berpeluang mendapatkan banyak kursi di DPR RI kendati perolehan suara rendah. Sebab, besaran suara untuk mendapatkan satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) berbeda.
"Soal koalisi, kami harus lihat maunya bagaimana yang datang ke kami, mereka butuh atau tidak. Dengan 10 persen, kami masih diperhitungkan karena bisa jadi elektoral partai kami dapat lebih banyak kursi di DPR. Dulu 2004, PKB dapat suara lebih besar, tapi kursi yang didapat ternyata kami yang lebih banyak," ujar Sutan yang juga Ketua Komisi VII DPR itu.
"Pada prinsipnya, parpol yang koalisi dengan Demokrat mau enggak kerjasama untuk kepentingan bangsa dan negara. Kalau soal apa akan usung capres dan cawapres dan siapanya, itu urusan 'Dewa-dewa' (elit Partai Demokrat-red) di sana lah," imbuhnya.
April 13, 2014 at 06:38PM