DPR: Peristiwa Sodomi Anak TK Tak Bisa Ditolerir
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengaku prihatin dengan peristiwa pelecehan seksual yang terjadi pada siswa TK Sekolah Internasional di Jakarta.
Politisi Golkar itu meminta penegak hukum mengungkap siapa pelakunya dan memberikan hukuman seberat-beratnya.
"Tindakan ini tidak bisa ditolerir karena menyangkut nasib anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlakuan pendidikan yang baik," kata Ace dalam keterangannya, Rabu (16/2/2014).
Apalagi, kata Ace, hal ini terjadi di sekolah yang bertaraf internasional yang proses pendidikan anaknya lebih terjaga standar keamanannya.
"Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yg membidangi perlindungan anak, saya sangat prihatin dan mengutuk keras peristiwa yang tak bermoral ini," ujar Wasekjen Golkar itu.
Untuk diketahui, anak laki-laki berumur lima tahun menjadi korban kekerasan seksual di toilet sekolahnya, yang merupakan sekolah standar internasional di Jakarta Selatan.
Dimana pelakunya merupakan karyawan kontrak di sekolah tersebut. Menurut pengakuan korban, pelaku berjumlah lima orang.
Ibu korban berinisial T (40) mengatakan dirinya mencium adanya kejanggalan terhadap perilaku anaknya tersebut yakni pada pertengahan Maret 2014.
"Anak saya jadi sering ketakukan, mengigau dan berteriak saat tidur. Saya sempat frustrasi, dia tidak mau bicara soal perubahan itu. Anak saya juga tidak mau sekolah," ungkap T di Jakarta, Senin (14/4/2014).
Hingga pada akhirnya pada 20 Maret 2014, T menemukan luka memar di perut sebelah kanan anaknya. T pun menanyakan perihal luka itu pada sang anak. Dan anaknya mengakui menjadi korban kekerasan di toiletnya.
''Anak saya akhirnya bilang dia mendapat tindakan kekerasan seksual di kamar mandi sekolah. Dan dia dipukuli sebelum mendapatkan pelecehan seksual melalui anusnya. Akhirnya pada 24 Maret 2014 saya lapor ke Polda Metro," tutur T.
Tidak lama kemudian pasca T membuat laporan polisi, penyidik berhasil menangkap dua pelaku bernama Agus dan Firjiawan. Dan dalam pemeriksaan mereka mengaku telah melecehkan korban.
April 16, 2014 at 09:34PM