Dua Tahanan Kejagung Pilih Golput

Dua Tahanan Kejagung Pilih Golput
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Suasana TPS 51 Perumahan Griya Senang Hati,kecamatan Alang-alang lebar, Palembang mengambil konsep TPS dengan tema Piala Dunia.Rabu (9/4/2014). Pada TPS 51 ini semua petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) ini menggunakan kostum kesebelasan negara yang mengikuti piala dunia. Hal tersebut dilakukan sebagai daya tarik warga untuk menggunakan hak pilih pada pemilu legeslatif ini. (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua tahanan yang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung memilih tidak memberikan suaranya dalam Pemilu Legislatif 2014.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi mengatakan pelaksanaan pencoblosan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dilaksanakan pukul 12.17 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB, Rabu (9/4/2014).

Hadir dalam pelaksanaan pencoblosan tersebut dua orang panitia TPS 015 Kramat Pela Aloma dan Purwanto, termasuk satu orang saksi, perwakilan KPU, dan perwakilan dari Panwaslu.

"Dari 11 tahanan, hanya 9 orang yang mempergunakan hak pilihnya," kata Untung di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Sembilan orang tahanan yang menggunakan hak pilihnya tersebut diantaranya Herland, Ricksy Prematuri, Tusiwan, Yohanes, Rahmat, Nizwar S, Eddy BS, Eko, dan Jona

"Adapun dua tahanan yang tidak mempergunakan hak pilih diantarany Abdul Latief dan Mahfud Husodo," katanya.



April 09, 2014 at 08:07PM

Leave a Reply