Gara-gara Tak Bayar Mahar, Melkianus Dipukul Keluarga Istrinya
- Laporan Wartawan Pos Kupang, Petrus Piter
TRIBUNNEWS.COM, WAIBAKUL -Puluhan warga Desa Malinjak dan warga Galu Manu, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, nyaris bentrok di halaman Mapolsek Katikutana, Rabu (2/4/2014), sekitar pukul 11.30 wita.
Hal itu dipicu kemarahan warga Malinjak terhadap kinerja aparat Kepolisian Sektor Katikutana yang tak kunjung menyelesaikan kasus pemukulan terhadap Melkianus oleh keluarga istrinya dari Galu Watu di Pasar Inpres Katikutana, 15 Maret lalu. Pemukulan terjadi karena Melkianus tak menyanggupi membayar mahar kepada istrinya.
Demikian keterangan yang disampaikan Melkianus didampingi Lede Soru dan puluhan anggota keluargannya kepada Kepala Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Modo, didampingi Koramil Katikutana, Mayor (Inf) Ignasius Hali Sogen, di Kantor Koramil Katikutana, Rabu (2/4/2014).
"Kami sudah beberapa kali datang ke Kantor Mapolsek tetapi tidak ada ketegasan penyelesaian. Kami datang karena diminta polisi untuk menyelesaikannya secara baik-baik. Namun ketika kami datang, justru warga Galu Manu tidak hadir," ujar Lede Soru.
Terakhir pertemuan kedua belah terjadi Senin (31/3/2014). Saat itu nyaris terjadi pembunuhan, namun aparat kepolisian mencegahnya.
Keluarga Galu Watu sempat menghunuskan parang dan menari ronggeng (tarian kas Sumba yang siap berperang) sesaat setelah keluar dari kantor kepolisian pasca pertemuan. Ia sempat naik pitam hingga menghubungi keluarga untuk melawan warga Galu Manu.
"Saat itu saya minta menunggu karena keluarga sedang menuju ke polsek. Namun hal itu tidak terjadi karena adanya upaya keras aparat kepolisian mencegahnya. Hari ini, Rabu (2/4/2014), kami datang lagi ke polsek untuk bertemu kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sayang ketika sampai terjadi adu mulut sehingga nyaris bentrok kedua kubu. Kami tetap meminta aparat kepolisian segera memroses oknum pelaku pemukulan terhadap Melkianus sesuai hukum yang berlaku. Kami minta pelaku harus ditindak sesuai ketentuan hukum berlaku," tegas Lede Soru diamini puluhan keluarganya.
Serda Suherman ditemui Pos Kupang di halaman Koramil Katikutana, Rabu (2/4/2014), di sela-sela menyaksikan puluhan warga yang sedang memberikan keterangan, mengatakan, dirinya berhasil menyelamatkan Melkianus ketika pemukulan terjadi di Pasar Inpres Katikutana, 15 Maret 2014.
"Saya menyelamatkannya karena keluarga istrinya berusaha menghabisinya. Masalah utama karena soal belis. Melkianus belum mampu membayar belis, sementara istrinya sudah hamil," ujar Suherman.
Setelah suasana aman, Suherman menyerahkan kasus itu ke Polsek Katikutana. Sementara Kapolsek Katikutana belum dapat dikonfirmasi karena sedang sibuk. *
April 02, 2014 at 06:05PM