PKB: Sarat Ego, Koalisi Partai Islam Sulit Dibentuk
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR, Marwan Jafar mengakui partainya memiliki modal besar untuk membangun dan memimpin koalisi partai Islam.
Sebab, menurut Marwan, jika dibandingkan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), perolehan PKB--berdasarkan hasil hitung cepat--mendapat 9 persen suara adalah yang terbesar.
Kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/4/2014), Marwan mengatakan koalisi partai Islam atau yang pada pemilu 2009 lalu disebut "Poros Tengah" itu sulit untuk direalisasikan. Pasalnya, setiap partai punya egonya masing-masing.
"Walau pun modalnya cukup, tapi siapa yg mau diusung partai Islam," katanya.
Kata dia, PAN sudah mengusung calon presidennya sendiri: Hatta Rajasa, PKS dengan sejumlah capresnya: Anis Mata, Ahmad Heryawan dan Hidayat Nur Wahid, serta PPP yang menyebut sejumlah nama sebagai capres, termasuk ketua umumnya, Suryadharma Ali. Menurut, Marwan hingga kini tidak ada yang bisa menyatukan ketiga partai itu.
Komunikasi politik pun sudah dilakukan terhadap ketiga partai itu. Sejumlah kader PKB berharap koalisi itu dihasilkan. Tapi, dia mengakui hal itu bukan perkara gampang. Karena itu, PKB lebih berharap untuk berkoalisi dengan partai nasionalis.
"PKB ada kecenderungan lebih kuat berkoalisi dengan partai nasionalis," ujarnya.
Sejauh ini, yang sudah menyambangi PKB adalah calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDIP), Joko Widodo alias Jokowi. PKB pun, kata Marwan, menyambut baik kedatangan PDIP, dan masih membahas bentuk dukungan yang lebih kongkrit.
Namun, sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemilihan pada Mei mendatang, PKB belum bisa mengambil keputusan.(Nurmulia Rekso Purnomo)
April 13, 2014 at 07:26PM