Antisipasi Upal Lewat Sosialisasi di Pusat Keramaian

Antisipasi Upal Lewat Sosialisasi di Pusat Keramaian
Tribunnews.com/Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Berdasarkan data di Bank Indonesia (BI) pusat, kerawanan peredaran uang palsu terbesar ada di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Gubenur BI, Agus Martowardoyo menyebutkan dari data itu, di bulan Mei, kasus upal yang ditemukan mencapai 932 kasus.

"Angka itu tergolong menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya (April) yang mencapai 1.296 temuan. Untuk peredaran upal tertinggi terjadi pada bulan Maret atau menjelang Pemilu Legislatif, sebanyak 11.437 temuan," kata Agus.

Momet bulan Ramadan dan Lebaran juga menjadi masa yang diprediksi rawan peredaran upal.

Karena itu Hamid Ponco Wibowo, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah IV Jawa Timur, Jumat (28/6), mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk pencegahan peredaran upal ini.

"Kami seperti tahun lalu ada tim yang keliling di pusat keramaian dan yang menjadi sasaran belanja, apakah itu di mal atau pasar-pasar untuk sosialisasi agar waspada terhadap upal," kata Hamid.

Tim ini berkeliling sambil membagikan selebaran untuk lebih teliti saat menerima pembayaran uang tunai.

Rumusnya tetap, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Juga dilihatkan ciri-ciri uang asli seperti adanya garis pengaman, dan permukaan yang lebih kasar.

"Jangan diterima dan kalau bisa dilaporkan polisi agar ditindaklanjuti untuk ditelusuri asalnya," jelas Hamid.

Dalam kesempatan itu, Hamid juga menyebutkan bila di masa Ramadan dan Lebaran ini, BI juga mengoperasikan mobil kas keliling yang melayani penukaran uang di titik-titik tertentu.

Kas keliling ini akan ditambah jadwal operasionalnya untuk menyentuh para warga masyarakat di pelosok-pelosok daerah.

Termasuk di kepulauan terpencil, seperti di Jatim ini ada di pulau Bawean, Pulau Kangean, dan beberapa pulau lainnya, yang transportasinya masih terbatas, kas keliling sudah operasional mulai beberapa hari yang lalu.

"Saat ini yang sedang dilaksanakan ada di pulau Kangean," tambah Hamid.

Tak hanya itu, untuk memaksimalkan pelayanan, BI juga menurukan tim pemantau dan Help Desk di seluruh wilayah Jatim, agar bila ada masalah terkait kebutuhan penukaran uang, bisa segera diselesaikan.



June 27, 2014 at 01:21PM

Leave a Reply