'Jangan Gusur Masjid dan Jalan Kami'

'Jangan Gusur Masjid dan Jalan Kami'
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR/SANOVRA JR
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Para perajin tahu dan warga di Kampung Pajagalan, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garutkota, khawatir jika pembangunan gedung sentra pedagang kaki lima (PKL) yang direncanakan Pemkab Garut di Jalan Guntur akan menggusur masjid dan menutup Jalan PKL di sekitar lokasi pembangunan.

Seorang perajin tahu, Anah (64), mengatakan terdapat sekitar 50 perajin tahu di kawasan tersebut. Jalan PKL, katanya, merupakan satu-satunya akses untuk distribusi bahan baku pembuatan tahu dari pasar dan distribusi tahu ke pusat perkotaan Garut.

"Dari Kampung Babakan, Jangkurang, dan Bentar, juga pakainya Jalan PKL. Kalau itu ditutup untuk pembangunan gedung relokasi PKL, kami bingung mau pakai jalan mana. Produksi tahu yang dikerjakan 500 orang di sini terancam berhenti produksi," kata Anah, Senin (2/6/2014).

Jalan PKL, katanya, sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Asalnya, jalan tersebut bernama Jalan Pasardomba.

Warga meminta, jika pemerintah keukeuh mendirikan bangunan tersebut, pemerintah harus menyediakan jalan lain bagi warga.
Pengjin tahu lainnya, Solihin (62), mengatakan seharusnya pemerintah terlebih dulu mengomunikasikan pembangunan gedung tersebut bersama warga sekitarnya. Dengan demikian, warga tidak akan resah dan khawatir dengan nasib sentra produksi tahu selanjutnya.

"Warga hanya menitip jangan sampai masjid dan jalan kami digusur. Tidak apa-apa jika dipindahkan. Kami sudah biasa menggunakan jalan itu untuk kelangsungan kehidupan di sini dan produksi tahu di sini," kata Solihin.

Ketua RW 8, Asep, mengatakan warga keberatan dengan pembangunan sentra PKL ini akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah. Pembangunan ini, katanya, dikhawatirkan akan disertai dengan gejolak sosial.

"Kami minta musyawarah dulu. Ini seolah tergesa-gesa. Kalau ada apa-apa dengan para PKL di gedung barunya, seperti kasus pencurian, tetap kami yang akan dituding, orang- orang di sekitar gedung itu," kata Asep.

Ditemui di Pendopo Garut, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Namun, pihaknya tetap akan melakukan pertemuan lanjutan dengan berbagai pihak mengenai pembangunan ini, terutama dengan warga sekitar dan PKL.

"Kami akan perhitungkan dampak pembangunanya terhadap masyarakat sekitarnya, termasuk pabrik tahu, masjid, dan sekolah. Kami akan pikirkan jalan lainnya menuju kampung tersebut. Gedung ini nantinya akan dipakai 500 PKL yang tadinya jualan di Jalan Ahmad Yani," katanya. (sam)



June 03, 2014 at 09:33AM

Leave a Reply