Jokowi Bakal Tugaskan Dubes sebagai Marketing Produk Indonesia di Luar Negeri
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres), Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) akan lebih mengoptimalkan kinerja para duta besar Indonesia di negara-negara sahabat.
Jokowi, kata Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), ingin para dubes Indonesia mejadi garda terdepan mempromosikan produk Dalam Negeri di Luar Negeri.
"Saya, kata Jokowi, mau bikin duta besar kita itu 80 persen kerjanya marketing produk Indonesia," ungkap Dewan Pengarah Tim Sukses Jokowi-JK ini dalam acara "Diskusi Publik Gereda Mendengarkan Visi-Misi Capres," di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014).
Lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970 ini menilai kebijakan Jokowi itu adalah langkah luar biasa. Karena berdasarkan pengalamannya saat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura kebijakan yang akan dilakukan Jokowi akan sangat berdampak positif bagi perdagangan.
Apalagi, menurut Komandan pertama Detasemen 81 ini, negeri Republik Rakyat Tionghoa/Cina (RRT/RRC) berhasil merajai pasar dunia karena mengefektifkan peran para duta besar dan perwakilannya di luar negeri.
"Kalau anda lihat di Indonesia, duta besar Cina sangat aktif mempromosikan dagangnya. Kita tidak. Dubes kita itu tinggal di sarang emas, sangkar emas. Nah, sekarang harus diaktifkan karena mereka dibayar oleh pemerintah. Jadi dubes menjadi marketing daripada pemerintah di luar negeri," tandasnya.
- Live Report: Jokowi-Kalla Menyapa anggota polisi yg akan bertugas mengawal selama proses pilpres 2014 ini . @husainabdullah1 pic.twitter.com/53SX2c91iI — Jusuf Kalla (@Pak_JK) June 2, 2014
- Live Report: Prabowo-Hatta Panglima TNI 2007-2010 Jenderal (Purn) Djoko Santoso menyatakan dukungannya kepada calon presiden Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Hatta Rajasa.
- Live Report: Pilpres Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Masykur Musa, terancam pidana dan denda karena terlibat aktif dalam tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
June 03, 2014 at 09:00AM