Jokowi Bakal Tugaskan Dubes sebagai Marketing Produk Indonesia di Luar Negeri

Jokowi Bakal Tugaskan Dubes sebagai Marketing Produk Indonesia di Luar Negeri
Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau
Narasumber Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan (Tim Sukses Jokowi-Jk) & DR. Hashim S. Djojohadikusuma (Tim Sukses Prabowo-Hatta) dalam Diskusi Publik PGI dengan Topik Gereja Mendengar Visi-Misi Capres Pemilu 2014 , Senin (2/6/2014) di Aula STT Jakarta, Jalan Proklamasi No.27, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres), Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) akan lebih mengoptimalkan kinerja para duta besar Indonesia di negara-negara sahabat.

Jokowi, kata Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), ingin para dubes Indonesia mejadi garda terdepan mempromosikan produk Dalam Negeri di Luar Negeri.

"Saya, kata Jokowi, mau bikin duta besar kita itu 80 persen kerjanya marketing produk Indonesia," ungkap Dewan Pengarah Tim Sukses Jokowi-JK ini dalam acara "Diskusi Publik Gereda Mendengarkan Visi-Misi Capres," di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014).

Lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970 ini menilai kebijakan Jokowi itu adalah langkah luar biasa. Karena berdasarkan pengalamannya saat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura kebijakan yang akan dilakukan Jokowi akan sangat berdampak positif bagi perdagangan.

Apalagi, menurut Komandan pertama Detasemen 81 ini, negeri Republik Rakyat Tionghoa/Cina (RRT/RRC) berhasil merajai pasar dunia karena mengefektifkan peran para duta besar dan perwakilannya di luar negeri.

"Kalau anda lihat di Indonesia, duta besar Cina sangat aktif mempromosikan dagangnya. Kita tidak. Dubes kita itu tinggal di sarang emas, sangkar emas. Nah, sekarang harus diaktifkan karena mereka dibayar oleh pemerintah. Jadi dubes menjadi marketing daripada pemerintah di luar negeri," tandasnya.



June 03, 2014 at 09:00AM

Leave a Reply