Kain Lurik Bertahan Karena Kepepet
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Kain lurik sebagai salah satu jenis kain khas Jawa, saat ini keberdaanya mulai terpinggirkan. Tidak seperti kain batik yang dikenal dan digunakan banyak orang, masih sedikit orang yang melirik kain lurik.
Di daearah krapyak wetan Yogyakarta terdapat industri rumahan yang memproduksi kain lurik sejak tahun 1962. Usaha rumahan tersebut masih bertahan hingga saat ini dan telah dikelola oleh generasi ketiga.
Jussy Rizal (27), generasi ketiga pengelola dari usaha Tenun Lurik Karunia ini mulai mengambil alih usaha tersebut dari orang tuanya sejak 2003. "Awalnya ada unsur kepepet saya mengelola usaha ini. Tidak ada niatan untuk meneruskan usaha ini, tapi kok eman-eman (sayang) jika tidak ada yang meneruskan", kata Jussy.
Saat ini di Krapyak Wetan sendiri tinggal ada satu usaha pembuatan kain tenun lurik. Dulunya Krapyak Wetan dikenal menjadi salah satu sentra industri kain lurik. Pada masa kejayaan kain tenun lurik, antara tahun 70-an hingga 80-an terdapat sekitar 10 usaha tenun kain lurik.
Menurut Jussy, untuk mempertahankan usaha yang satu ini perlu inovasi agar kain lurik tetap diterima masyarakat. "Kita melakukan inovasi terus mulai dari pemilihan bahan hingga motif. Agar kain lurik diterima kita harus melakukan inovasi terus, tetapi tanpa meninggalkan pakem dari kain lurik itu sendiri", ungkap Jussy.
Sampai saat ini, proses pembuatan kain lurik di tempat tersebut masih menggunakan cara tradisional. Penenunan masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). "Dalam membuat kain lurik ada lima tahapan, mulai dari pewarnaan, pemintalan, penyusunan motif, cucuk, dan penenunan. Semua tahapan tersebut prosesnya masih sama seperti dulu", ungkap Jussy.
Membuat kain lurik memerlukan proses yang panjang dan waktu pengerjaann yang cukup lama. Untuk membuat 100 meter kain lurik butuh waktu hingga satu bulan. Proses penenunan merupakan proses yang paling lama dan rumit. Untuk kain lurik 100 meter menghabiskan waktu 20 hari penenunan.
"Waktu yang dibutuhkan dalam menenun tergantung dari rumitnya motif, selain itu kacepatan dari penenun juga menentukan", tambah Jussy.
June 28, 2014 at 01:12PM