Mengalami Penganiayaan Saat Lakukan Penyelaman Empat Wisman Jadi Trauma
TRIBUNNEWS.COM. MANADO - Pulau Bangka terus menjadi polemik. Hanya kali ini bukan soal pengelolaan tambang oleh satu perusahaan, melainkan keberadaan empat turis yang ditengarai dianiaya oleh security satu perusahaan.
Kasus penganiayaan ini dilapor oleh Angelique Batuna, pemilik Resort Murex sekaligus orang yang memandu keempat wisatawan asing ini saat melakukan diving di lokasi tersebut, Senin (2/6/2014).
Angelique mengatakan, dia sengaja membawa empat turis ini untuk melakukan diving di spot yang ada di Pulau Bangka, karena dia melihat pihak perusahaan yang terus melakukan penimbunan.
Sesampai di spot itu, baru sekitar 15 menit mereka menyelam, pihak perusahaan yang beraktivitas di sana sudah memerintahkan sekuriti untuk melempar batu kepada penyelam dan akhirnya setelah sekitar 20 menit mereka langsung naik ke atas perahu.
Lalu staf mereka, sekuriti dan tiga karyawan lain mendekat menggunakan perahu kecil. Mereka langsung marah-marah kepada turis, dan mengatakan bahwa tidak boleh menyelam di sini. Mereka juga mengatakan sudah mempunyai izin untuk melakukan apa saja di tempat tersebut.
Angelique mengatakan, kamera dari wisatawannya saat itu langsung disita, file-file-nya dihapus, untung masih ada kamera kecil yang tidak ditemukan orang-orang tersebut.
Ia juga mengatakan untuk saat ini para turis yang menjadi korban masih trauma dan ketakutan. "Para turis kami itu masih trauma dan ketakutan sampai sekarang, bahkan ada satu turis yang masih berumur 19 tahun sangat ketakutan sekali dan shock dengan kejadian ini, karena menurutnya belum pernah mengalami kejadian seperti ini," ujarnya saat berbincang dengan Tribun Manado di Polda Sulut.
Dia menambahkan, hingga saat ini pihak perusahaan masih melakukan aktivitas menimbun laut dan membangun dermaga. Padahal menurutnya karang-karang yang berada di perairan itu sangat bagus.
Sedangkan para turis hingga kini masih berada di Pulau Bangka belum kembali ke negara asalnya, karena sudah membayar paket hingga minggu depan. Tetapi mereka tak mau lagi ke lokasi diving tersebut, melainkan memilih ke tempat lain.
Selain itu menurut Angelique, para turis itu sudah membuat laporan ke kedutaan mereka masing-masing. Saat ini yang dia ketahui baru laporan ke Kedutaan Amerika dan Belanda, dan mereka mengatakan sangat menyayangkan ada insiden seperti ini apalagi menimpa warga negara mereka.
June 03, 2014 at 09:36AM