Kepala Desa Mandalawangi Pertanyakan Sosialisasi Pertamina
Laporan Wartawan Tribunnews, Abraham Utama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Desa Mandalawangi, Sukasari, Subang, Akyas Lesmana mempertanyakan sosialisasi yang dijanjikan Pertamina, terkait keberadaan pipa pengangkut solar di desanya.
"Sekitar enam bulan yang lalu pernah ada surat bahwa akan ada sosialisasi, tapi sampai saat ini belum terealisasi," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (29/8/2014) pagi.
Beberapa warga, setelah kebakaran yang merenggut tiga nyawa itu terjadi mengaku mengetahui keberadaan pipa Pertamina tersebut. Namun, dari keterangan Akyas, warga terlihat gagap menghadapi situasi kebakaran ini.
"Saat seluruh aliran sungai terbakar, warga menyelamatkan diri ke sawah. Begitu lari ke sana, tiba-tiba dari lokasi bocornya pipa terdengar ledakan keras. Kami jadi bingung mau lari ke mana," ungkapnya.
Selain mengagetkan warga Mandalawangi, api yang mengepung Dusun Kedung Payung dan Dusun Batang ini juga membuat panik para pengendara yang melintas di Jalan Raya Ciasem. Akyas menuturkan, seluruh kendaraan berhenti dan memutar arah ke Pamanukan.
"Penumpang bus Sinar Jaya berhamburan keluar," ucapnya.
Pantauan Tribunnews di lokasi bocornya solar, Pertamina sebenarnya telah memasang tiga tanda peringatan. Di seberang lokasi perkara atau di sebelah Warung Makan Nikki, ada plang bertuliskan 'Daerah Berbahaya, Jalur Pipa Gas'.
Sepuluh meter dari jalur pipa solar bahkan ada dua plang besar yang memperingatkan masyarakat atas dampak kebocoran pipa trunk line itu.
Peringatan yang disertai gambar tersebut menyatakan, solar yang merembes keluar dapat mengakibatkan kebakaran dan kerusakan lingkungan. Di bawahnya, dengan huruf kapital dijelaskan, 'Area Berbahaya, Mudah Meledak dan Terbakar'.
August 29, 2014 at 12:00PM