Tunda Gaji Pemain, Arema Anggap Sudah Sesuai Kesepakatan

Tunda Gaji Pemain, Arema Anggap Sudah Sesuai Kesepakatan
CEO Arema, Iwan Budianto 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Manajemen Arema Cronus menunda pencairan gaji para pemainnya setelah hanya bermain imbang lawan dua tim papan bawah, Persik Kediri dan Persita Tangerang. 

Manajemen beralasan, penundaan pembayaran gaji itu untuk melakukan evaluasi tim, serta bagaimana kesiapan pemain menghadapi di babak delapan besar.

Menurut CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, ditundanya gaji pemain tersebut juga hal yang lumrah. Ini dikarenakan berdasarkan kesepakatan antara pemain dan manajemen yang tertuang dalam kontrak, manajemen memiliki batas 10 hari toleransi untuk membayar gaji dari batas akhir, dan itu tidak dianggap keterlambatan.

Menurut mantan manajer Persik Kediri itu, terakhir menandatangani slip setoran gaji pemain adalah tanggal 26 Juli, seharusnya kalau tepat jadwal, Iwan kembali menandatangani slip pembayaran gaji pada 26 Agustus.

Sehingga manajemen masih memiliki batas toleransi 10 hari.

"Kami ingin mengetahui kesiapan tim sebelum berlaga di babak delapan besar," tambah Iwan.

Selanjutnya usai melawan Persijap Jepara, manajemen akan melakukan evaluasi dengan tim.(haorrahman/surya)



September 03, 2014 at 12:35PM

One Response so far.

  1. Fari says:

    Jakarta, Aktual.com – Gelandang Persib Bandung Firman Utina, menyatakan keberatannya terkait wacana batas gaji yang akan diterapkan oleh PT Liga Indonesia untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015/2016.

    “Misalnya begini, ada pemain usia 16 tahun yang dikontrak suatu klub, tapi posisinya masih menjadi cadangan, sedangkan pemain lain yang sering tampil di lapangan gajinya sama dengan yang cadangan. Kan tidak pantas juga,” ujar Firman di Jakarta, Kamis (6/8).

    Firman Utina Tolak Batasan Gaji ISL

Leave a Reply