Selesai Lakukan Pencarian AirAsia, KRI Bung Tomo-357 Tiba di Koarmatim
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -- Selama delapan hari melaksanakan SAR kecelakaan Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata Kalimantan Tengah, KRI Bung Tomo-357 dengan komandan kapal Kolonel Laut (P) Yayan Sofyan ST tiba di Pangkalan Koarmatim Surabaya, Senin (5/1). KRI Bung Tomo-357 digantikan kapal sejenis, yaitu KRI Usman Harun-359 dengan komandan kapal Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta P, S.T, M.A.P.
Begitu tiba di Pangkalan Koarmatim, Komandan KRI Bung Tomo-357 langsung diserbu para wartawan yang sudah lama menunggu kedatangan kapal perang ini untuk dimintai keterangan seputar pelaksanaan SAR kecelakaan Pesawat AirAsia tersebut. Bahkan kedatangan kapal perang dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim tersebut disiarkan secara langsung (live) oleh tiga televisi nasional, yaitu Trans TV, Metro TV dan TV One.
Dijelaskan oleh Kolonel Laut (P) Yayan Sofyan, ST, bahwa berdasarkan informasi dan data dari Staf Operasi dan Staf Intelejen Koarmatim dan hasil analisa prilaku cuaca yang dilakukan KRI Bung Tomo dan dengan kecanggihan peralatan yang dimiliki, maka pada hari pertama sudah bisa menemukan Emergency Exit dan koper warna biru.
Pada area ditemukannya barang-barang yang diduga pecahan pesawat dan barang miliki penumpang juga terdapat perubahan warna dan aroma air laut, hal tersebut menambah keyakinan bahwa area tersebut adalah lokasi pesawat AirAsia Qz 8501.
Hingga saat kembali ke pangkalan di Koarmatim KRI Bung Tomo-357 berhasil menemukan dan mengevakuasi 10 jenazah dan serpihan pesawat, seperti Emergency Exit lengkap dengan tabung oksigen, koper biru, pecahan bagasi kabin, makanan, Kusri penumpang, dan beberapa tas serta pakaian milik korban.
Lebih lanjut dikatakan bahwa KRI Bung Tomo-357 adalah Komandan Sektor V yang merupakan area ditemukannya serpihan pesawat. Diarea tersebut KRI Bung Tomo membawahi USS Sampson dari US Navy, KD Lekir yang merupakan Kapal Perang negara Malaysia dan kapal-kapal dari Basarnas dan Survei Oseanografi dari pemerintah Indonesia.
Ditanya tentang kendala melaksanakan SAR pesawat AirAsia, Kolonel Yayan Sofyan mengatakan bahwa saat ini adalah musim hujan dan musim barat, sedangkan lokasi SAR adalah lautan terbuka yang menghadap ke barat sehingga kecepatan angin sangat kencang dan gelombang serta ombak yang tinggi adalah kendala utama. Namun cuaca ekstrim tersebut tidak menurunkan semangat apalagi setelah melihat dan menemukan korban dan serpihan pesawat.
Dikatakan oleh Komandan KRI Bung Tomo-357, kapal perang ini merupakan kapal patroli lepas pantai tipe F2000 Corvette. Selain persenjataan yang canggih kapal perang ini dilengkapi sensor dan alat deteksi yang sangat tajam. Alat deteksi tersebut diantaranya Radar Navigasi, Radar AirSurveillance untuk mendukung pengamatan permukaan lewat udara.
Selain itu kapal ini juga dilengkapi sensor bawah air yang memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air yaitu sonar. Dari sonar tersebut KRI Bung Tomo-357 berhasil mendapatkan kontak bawah air yang terstruktur dengan rapi yang diduga ekor atau badan pesawat AirAsia QZ 8501.
January 06, 2015 at 04:56AM