Polisi Harus Tertibkan Atribut Bernada Hinaan

Polisi Harus Tertibkan Atribut Bernada Hinaan
deny denaswara/tribun jabar
Ribuan bobotoh pendukung Persib Bandung 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Atribut dan tulisan-tulisan bernada hinaan untuk suporter lain yang marak ditemukan di Bandung dan Jawa Barat, akan jadi faktor utama yang akan memperpanjang permusuhan suporter sepak bola, khususnya antara bobotoh dengan The Jakmania.

Bisa dibayangkan, karena tulisan-tulisan itu, generasi mendatang akan mewarisi permusuhan. Yang rugi akibat permusuhan itu adalah skuat Persib Bandung.

Dosen Kriminologi Universitas Padjadjaran, Yesmil Anwar mengatakan fenomena-fenomena tulisan bernada hinaan, harus dihilangkan agar tidak memperpanjang konflik hingga diwariskan pada anak cucu kelak.

"Tapi jangan hanya di Bandung atau di Jakarta saja. Di semua daerah di Indonesia, suporter yang terlibat konflik dan ada fenomena-fenomena atribut hinaannya, juga dihilangkan," kata Yesmil kepada Tribun, Selasa (25/2).

Pihak kepolisian, kata Yesmil, memiliki kewenangan untuk menertibkan atribut-atribut bernada hinaan tersebut. Terlebih lagi, aturan hukum di Kitab Undang-undang Hukum Pidana, misalnya, mengatur hal tersebut.

"Jadi itu bisa dihilangkan. Polisi punya kewenangan. Bahkan, aksi perpeloncoan di kampus-kampus yang dimulai sejak 1965-1970-an juga bisa dihapuskan, jadi saya rasa itu perlu ditertibkan," kata Yesmil.

Menurutnya, penertiban atribut bernada hinaan itu, bukan berdasarkan pembelaan terhadap kelompok tertentu. Namun, kata dia, agar kondisi sepak bola di Indonesia semakin kondusif.

"Bahkan penertiban dan pelarangan penggunaan atribut bernada hinaan ini menurut saya jadi salah satu upaya untuk meredam permusuhan antarsuporter. Tidak hanya untuk di Bandung, tapi juga untuk setiap daerah di Indonesia," kata Yesmil.(men/tribun jabar)



February 26, 2014 at 04:33AM

Leave a Reply