Sejak 2012, 3 Gajah Mati Diracun

Sejak 2012, 3 Gajah Mati Diracun
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Seorang pekerja melakukan proses penggalian kerangka gajah di Taman Margasatwa Medan, Jumat (7/6/2013). Gajah Sumatera (Elephans Maximus Sumatranus) yang mati pada 1 Oktober 2007 di Taman Marga Satwa Medan (Medan Zoo), diangkat kembali rangkanya untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian, dan merupakan rangka gajah sumatera pertama yang diangkat secara resmi sepanjang sejarah di Indonesia. (TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI) 

Tribunnews.com — Sebagian besar dari puluhan gajah sumatera yang mati di Riau dalam beberapa tahun terakhir, termasuk tujuh ekor pertengahan bulan ini, ditemukan tanpa gading, kata Muhammad Zanir, Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, Riau, kepada BBC Indonesia.

Zanir mengatakan sejak 2012, 38 ekor gajah ditemukan mati dan sebagian besar diracun.

Menurutnya, Pada 2014, delapan ekor, termasuk tujuh gajah yang ditemukan pada 16 Februari di luar Taman Nasional Tesso Nilo dan diperkirakan mati lima bulan sebelumnya.

Puluhan gajah sumatera mati diracun, semenjak pengembangan perkebunan sawit marak merusak habitat gajah.

Organisasi World Wildlife Fund (WWF) mencatat, 46 ekor gajah liar mati secara misterius dalam kurun tiga tahun (2011-2014) dengan kabanyakan tanpa gading.



February 26, 2014 at 04:25AM

Leave a Reply