Apindo Kaltim Siap Investasi Rp 44 Miliar
TRIBUNNEWS.COM.BALIKPAPAN - Program prioritas penyediaan lapangan kerja bagi tenaga kerja di Kaltim terus dikejar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim. Perkebunan singkong dan pabrik pengolahan di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu program yang diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar.
M Slamet Brotosiswoyo, Ketua DPP Apindo Kaltim menuturkan, keseriusan Apindo menggarap program ini diwujudkan dengan terjun langsung dalam program ini bersama-sama dengan pengusaha Kaltim. Pihaknya siap mengucurkan dana investasi awal sebesar Rp 44 miliar untuk program tersebut.
"Saat ini progress terus berjalan dan kali ini masih dalam proses penelitian kadar asam tanah. Kami ingin dipersiapkan dengan baik, sehingga tidak gagal di tengah jalan," kata Slamet didampingi Herry Johanes, Sekretaris DPP Apindo Kaltim, Kamis (10/4/2014).
Perkebunan singkong ini nantinya akan lebih didominasi kebun plasma daripada inti, sehingga peran serta masyarakat justru lebih besar, dengan komposisi kebun inti 30 persen dan sisanya dari lahan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pabrik, Apindo memproyeksikan luas lahan yang dibutuhkan sekitar 12.000 hektare.
"Untuk penyediaan bahan baku melibatkan masyarakat, karena dalam sebulan dibutuhkan sekitar 200 ton singkong. Untuk inti hanya sekitar 3.000 hektare, sedangkan sisanya sekitar 9.000 hektare kami harapkan bisa diperoleh dari masyarakat. Tanaman singkong bisa ditanam di sekitar rumah dan saat panen akan dibeli oleh pabrik," papar Slamet.
Bila program ini berjalan, sekitar 6.000 pekerja bisa terserap untuk pengelolaan kebun inti seluas 3.000 hektare, belum termasuk tenaga kerja di kebun plasma milik masyarakat seluas 9.000 hektare. Dengan masa produksi sekitar 7-10 bulan, diproyeksikan setiap hektare lahan bisa menghasilkan hingga 30 ton singkong.
"Dengan demikian, masyarakat pemilik lahan bisa menuai hasil menjanjikan dari keberadaan program ini," imbuh Herry
April 10, 2014 at 08:46PM