Pengunjung Tidak Bisa ke Puncak Monas Saat Dibersihkan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas, Rini Haryani, menegaskan Monas masih terbuka untuk umum walau sedang dibersihkan pada 5-18 Mei 2014. Menurut Rini, pihaknya hanya menutup bagian cawan dan puncak Monas.
"Kami menutup hanya puncak dan cawan pada 5-18 Mei. Kami tidak menutup total, pengunjung tetap bisa bekunjung ke ruang musuem dan ruang kemerdekaan," ujar Rini saat memberikan keterangan pers bersama General Manager Kaercher Roland Staehler, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Selasa (2/4/2014).
Dengan demikian, Rini menegaskan pihaknya tidak akan menderita kerugian karena tetap bisa melayani pengunjung Monas.
"Otomatis tidak rugi walau pengunjung tidak bisa ke puncak (Monas). Justru mungkin masyarakat akan antusiasis melihat dari bawah seperti apa sih pembersihannya," kata dia sembari menambahkan pengunjung Monas mencapai 2500 pengunjung setiap hari.
Sekedar informasi, Monas baru pertama kali dibersihkan pada 1992 sejak dibangun 1961 silam. Saat itu, perusahaan pembersih gedung asal Jerman, Kaercher, dipercaya membersihkan monumen setinggi 132 meter itu. Kini, Kaercher kembali mendapatkan kepercayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membersihkan Monas melalui program Corporate Social Responsibility.
April 02, 2014 at 05:50PM