Bripka Siswanto Nyaris Tewas Dipukuli Warga

Bripka Siswanto Nyaris Tewas Dipukuli Warga
Ilustrasi pemukulan


 

 TRIBUNNEWS.COM.BINJAI - Anggota Polres Pakpak Barat Bripka Siswanto nyaris tewas dipukuli massa bila saja seorang anggota Provos Polres Binjai tak melintas dan menghentikan amukan warga. Peristiwa ini terjadi setelah Siswanto menodongkan senjata jenis airsoft gun kepada Humaria, pemilik kedai di Jalan Samanhudi, Binjai Selatan, Rabu (28/5).

 Berdasarkan penuturan Humaria, tersangka Siswanto melakukan pencurian di kedai miliknya saat sang anak yang ditugasi menjaga kedainya tertidur, sementara ponsel genggamnya tergeletak sembarangan. "Anakku lagi tidur. Kebetulan sehari-hari kerja saya menjaga warung dan bensin ini," ujar Humaria, di lokasi kejadian.

 Melihat ada ponsel tergeletak, kata Humaria, Siswanto yang saat itu melintas pun berhenti dan coba mengambilnya. Namun aksi tersebut terpergorki oleh Humaria dan membuat polisi tersebut terkejut dan panik. Tak lama, tangan Siswanto langsung meraih airsoft gun di pinggangnya dan ditodongkan kepada Humaria. "Diacungkan pistol itu ke arahku," ungkap Humaria yang terlihat masih ketakutan.

 Karena kaget dan takut, Humaria langung menjerit dan minta tolong. Mendengar itu, warga sekitar berbondong-bondong datang.

"Tolong-tolong ada rampok, tolong," kata Humaria menirukan teriakannya saat meminta bantuan.

 Mendengar teriakan korban, puluhan orang yang sudah memadati warung tersebut langsung memukuli Bripka Siswanto. Menurut penuturan warga, mereka juga kesal lantaran beberapa waktu belakangan ini sering terjadi pencurian menggunakan senjata api. Siswanto pun tersungkur tak berdaya dihajar massa.   

 Namun beruntung, seorang personel provost Binjai yang kebetulan melintas, kemudian melerai dan mengamankan Siswanto yang sempat melakukan perlawanan. "Aku mau di sini saja. Panggil Jenderal, baru aku mau dibawa," ujar tersangka. Siswanto lalu dibawa ke Polres Binjai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 "Memang ada kita amankan anggota dari Pakpak Barat. Tapi, kasusnya ditangani pihak Sat Reskrim. Karena permasalahannya merupakan tindak pidana murni," ujar Kasi Propam Iptu Nazrides.(ari)

 



May 29, 2014 at 07:04AM

Leave a Reply