Gerindra Minta Pemerintah Renegosiasi Perusahaan Asing yang Keruk Kekayaan Negara

Gerindra Minta Pemerintah Renegosiasi Perusahaan Asing yang Keruk Kekayaan Negara
Tribunnews/Dany Permana
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (dua kiri) bersama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali (kiri), Wakil Dewan Pakar PPP, Djan Faridz (kanan), dan Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi (dua kanan) menghadiri kampanye Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2014). Partai Gerindra dari jauh hari telah menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presidennya dalam Pemilu 2014 ini. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Suhardi mengatakan pemerintah Indonesia perlu melakukan renegosiasi terhadap perusahaan asing yang mengeruk kekayaan Indonesia.

Renegosiasi kata Suhardi adalah solusi yang saling menguntungkan, karena kedua belah pihak baik negara maupun perusahaan asing juga diuntungkan. Hal itu kata dia dibutuhkan karena Indonesia sebagai pemilik lahan, tak jarang justru mendapat keuntungan yang sangat kecil dibandingkan pengelola.

"Kita selalu dalam posisi rugi, kita pemilik tapi tidak bisa jadi majikan," katanya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis(1/5/2014).

Namun soal wacana nasionalisasi Freeport di Papua yang ramai dibicarakan, karena menurut sejumlah pihak keuntungan yang didapat pemerintah tidak sepadan dengan keuntungan perusahaan tambang itu, Suhardi mengaku Partai Gerindra belum sempat membahas sejauh itu.

"Kita belum bicara tegas seperti itu, pokoknya kita bikin yang saling menguntungkan," ujarnya.



May 02, 2014 at 01:27AM

Leave a Reply