Jaringan Pelajar Nadhliyin Dukung Duet Jokowi -Jusuf Kalla

Jaringan Pelajar Nadhliyin Dukung Duet Jokowi -Jusuf Kalla
Tribunnews/Herudin
Foto seorang anak memegang baliho pasangan Jokowi-JK saat acara deklarasi dukungan Laskar Santri Nusantara di Pondok Pesantren Al Qudwah Muqoddas, Jakarta Timur, Kamis (22/5/2014) lalu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan Pelajar Nadhliyin menyatakan dukungannya kepada pasangan Jokowi Widodo atau Jokowi dengan Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014. Rabu (28/5/2014) kemarin, JPN mendeklarasikan dukungan yang dihadiri langsung oleh Jokowi.

Koordinator Nasional JPN Khaerul Anam Harisah mengatakan,  konsen pada pengembangan pendidikan dan pesantren menjadi alasan kuat untuk memberikan dukungan kepada Jokowi dan Jusuf Kalla.

JPN akan  menyiapkan relawan dan gerakan pemenangan pasangan Marhaen - Nadhliyin ini di 34 provinsi dengan target pemilih pemula yang berjumlah hampir 40 juta orang.

JPN menganggap, keduanya mampu menuangkan gagasan kepedulian terhadap pendidikan dan pesantren dalam sembilan program prioritas atau "nawa cita".

"Kami bersepakat mendeklarasikan Jaringan Pelajar Nadhliyin,  memberikan dukungan kepada kader Nadhliyin yang peduli terhadap pendidikan dan pesantren yakni Ir H. Joko Widodo - Drs HM Jusuf Kalla," kata Khaerul kemarin

Duet Jokowi - JK dianggap mampu menjawab tantangan yang dihadapi bangsa ini, mengedepankan pendekatan dialog. Ia mencontohkan, krisis keteladanan, kepribadian bangsa yang pudar serta kemandirian bangsa yang terjadi.

Indonesia, lanjutnya lagi, membutuhkan kepemimpinan yang memberikan jalan keluar.

"Tentu dengan pendekatan kemanusiaan, serta dialog. Rekam jejak pendekatan kemanusiaan keduanya dalam menyelesaikan masalah sudah terbukti," puji Khaerul.

"Perdamaian di Aceh, penertiban pasar di Jakarta, kampung deret, dan banyak lagi contoh lainnya. Permasalahan keteladanan akan diselesaikan pasangan ini dengan bekerja secara tulus untuk rakyat," tambahnya.

Duet  Jokowi - JK juga dianggapnya tidak hanya main perintah kepada bawahan untuk menyelesaikan masalah. Menempatkan diri sebagai orang yang berada di garda depan dalam menyelesaikan masalah dengan tuntas. "Pak Jokowi - JK adalah pemimpin, bukan bos yang hanya ada di balik meja kerja," tegasnya.

Sekretaris Nasional JPN Farida Farichah menambahkan,  Jokowi - JK akan menyelesaikan masalah keteladanan bangsa dengan menghidupkan kembali gotong royong, melibatkan masyarakat dalam mengawal setiap pembangunan.

"Untuk mewujudkan kemandirian bangsa, pasangan ini menjawab dengan implementasi Tri Sakti ; berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya," kata Farida.

"Gotong royong, Tri Sakti dan Revolusi Mental, yang diusung Jokowi - JK, merupakan langkah konkrit untuk mengembalikan jati diri bangsa," kata Farida yang tak lain  Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nadhlatul Ulama.



May 29, 2014 at 09:06AM

Leave a Reply