Prabowo: Kita Bicara Sampai Mulut Berbusa Belum Tentu Dipilih

Prabowo: Kita Bicara Sampai Mulut Berbusa Belum Tentu Dipilih
Tribunnews/Dany Permana
Calon presiden dari Partai Gerindra dan koalisinya, Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara dukungan dari guru, guru besar, dan cendekiawan, di Jakarta, Selasa (27/5/2014). Sejumlah guru besar dan cendekiawan dengan latar belakang kampus yang berbeda memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tahun 2014-2019. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Tribunnews.com, Bandung — Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, alasan dia mencalonkan diri sebagai capres hanyalah karena ingin membangun Indonesia semata, bukan muluk-muluk ingin menambah kekayaan pribadi. Dia pun bertutur suka-duka terjun ke dunia politik, termasuk konsekuensi dari demokrasi dengan rakyat sebagai penentu hasil.

"Kita berjuang hanya untuk Indonesia yang kita cintai. Kalau untuk kekayaan pribadi, untuk apa masuk politik?" kata Prabowo di Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/5/2014). Kalau boleh memilih, Prabowo mengatakan lebih enak menjadi pengusaha daripada berumit-rumit di dunia politik. "Pikir ulang sebelum terjun ke politik," saran dia.

Kalaupun semata ingin menjadi pemimpin, Prabowo mengatakan bahwa banyak pilihan yang tersedia di luar dunia politik. "Bisa kan jadi pemimpin di kampus, di perusahaan. Di politik, banyak yang harus dikorbankan, korban harta juga," ujar dia. Contoh yang disampaikan Prabowo adalah pencalonannya sekarang bersama Hatta Rajasa.

"Kami ini bicara-bicara sampai suara serak, sampai suara habis, uang habis. Kalau pedagang kan bicara-bicara untungnya duit masuk kantong, kalau rugi ya rugi saja sebagai risiko bisnis. Kalau di politik, sudah suara serak, berbusa mulut kita, jauh-jauh datang ke Bandung, belum tentu dipilih!" papar Prabowo menyisipkan sindiran.

Sontak, ratusan anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Indonesia yang menyimak paparan Prabowo pun bersorak-sorai. "Iya kan? Sekarang (teriak) 'Hidup Prabowo.... Hidup Prabowo'. Tapi begitu masuk kotak suara? Hayo?" lanjut Prabowo yang langsung berbalas tawa dengan para hadirin.

Meski demikian, Prabowo menyatakan bahwa aktivitas politik yang sekarang berjalan merupakan proses demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai penentu. "(Semua cerita itu) tidak apa-apa, terserah rakyat. Tidak masalah karena target kami mengabdi. Jadi, apa pun keputusan rakyat, kami akan tunduk pada keputusan rakyat."



May 29, 2014 at 08:33AM

Leave a Reply