Prabowo: Kita Bicara Sampai Mulut Berbusa Belum Tentu Dipilih
Tribunnews.com, Bandung — Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, alasan dia mencalonkan diri sebagai capres hanyalah karena ingin membangun Indonesia semata, bukan muluk-muluk ingin menambah kekayaan pribadi. Dia pun bertutur suka-duka terjun ke dunia politik, termasuk konsekuensi dari demokrasi dengan rakyat sebagai penentu hasil.
"Kita berjuang hanya untuk Indonesia yang kita cintai. Kalau untuk kekayaan pribadi, untuk apa masuk politik?" kata Prabowo di Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/5/2014). Kalau boleh memilih, Prabowo mengatakan lebih enak menjadi pengusaha daripada berumit-rumit di dunia politik. "Pikir ulang sebelum terjun ke politik," saran dia.
Kalaupun semata ingin menjadi pemimpin, Prabowo mengatakan bahwa banyak pilihan yang tersedia di luar dunia politik. "Bisa kan jadi pemimpin di kampus, di perusahaan. Di politik, banyak yang harus dikorbankan, korban harta juga," ujar dia. Contoh yang disampaikan Prabowo adalah pencalonannya sekarang bersama Hatta Rajasa.
"Kami ini bicara-bicara sampai suara serak, sampai suara habis, uang habis. Kalau pedagang kan bicara-bicara untungnya duit masuk kantong, kalau rugi ya rugi saja sebagai risiko bisnis. Kalau di politik, sudah suara serak, berbusa mulut kita, jauh-jauh datang ke Bandung, belum tentu dipilih!" papar Prabowo menyisipkan sindiran.
Sontak, ratusan anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Indonesia yang menyimak paparan Prabowo pun bersorak-sorai. "Iya kan? Sekarang (teriak) 'Hidup Prabowo.... Hidup Prabowo'. Tapi begitu masuk kotak suara? Hayo?" lanjut Prabowo yang langsung berbalas tawa dengan para hadirin.
Meski demikian, Prabowo menyatakan bahwa aktivitas politik yang sekarang berjalan merupakan proses demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai penentu. "(Semua cerita itu) tidak apa-apa, terserah rakyat. Tidak masalah karena target kami mengabdi. Jadi, apa pun keputusan rakyat, kami akan tunduk pada keputusan rakyat."
- Live Report: Pilpres Panwaslu Kabupaten Semarang memperingatkan kepala desa, lurah, dan perangkatnya untuk bersikap netral dalam Pilpres 2014.
- Live Report: Prabowo-Hatta Plt Bupati Rembang Pimpin Tim Pemenangan Prabowo-Hatta: PAMOTAN, http://t.co/5qmJEOfEv2 - Plt Bupati R... http://t.co/GfJ6cCkYeA #mataair — Rembang 140 (@Rembang140) May 28, 2014
- Live Report: Jokowi-Kalla Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Presiden DPC PDIP Sumedang menargetkan pasangan calon presiden Jokowi-JK meraih 60 persen suara di Sumedang. Target itu berdasarkan perhitungan melihat figur Jokowi-JK yang diterima masyarakat Sumedang.
May 29, 2014 at 08:33AM