Sekitar 230 Ribu Debitur KUR BRI "Naik Kelas"

Sekitar 230 Ribu Debitur KUR BRI
Teller BRI

TRIBUNNEWS.COM. MAKASSAR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Wilayah Makassar menaikkan status 230.420 debitur kredit usaha rakyat (KUR) menjadi peminjam kredit komersil. Mereka yang naik status sebagian besar merupakan debitur mikro dan ritel berbagai unit usaha.

Meliputi wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sultra), Ambon, hingga Maluku. Jumlah ini meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 209.472.

Pemimpin Wilayah BRI Makassar, Kuswiyoto, Rabu (28/5), mengatakan, debitur tersebut dinilai layak memperoleh pinjaman lebih besar lagi untuk memajukan usahanya. Reputasi baik dari debitur mikro ini membuat bisnis KUR BRI juga makin bersinar.

 “Debitur dinilai mapan baik dari sisi usaha, status debitur, serta aset usaha yang juga meningkat positif,” katanya di Makassar. Nilai penyaluran KUR hingga Mei 2014 mencapai Rp 2,4 triliun meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2013 lalu berkisar Rp 2,1 triliun.

Antisipasi

Mengantisipasi potensi kredit bermasalah atau NPL dari kredit sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank BRI Makassar menyiapkan “pengamanan” berlapis. Salah satunya menyiapkan petugas atau pengawas khusus di setiap cabang khusus KUR.

 “Untuk kantor cabang dimaksimalkan fungsi AO (account officer) program dan BRI Unit dinamakan Mantri KUR,” jelasnya. Tak hanya mengawasi, mereka melakukan pembinaan langsung kepada pengusaha.

 Petugas dan pengawas KUR mengunjungi tempat usaha debitur setiap bulannya. Memberikan saran, mendengar keluhan, hingga memberi solusi jika ada masalah terkait usaha.

“Pendampingan langsung serupalah yang membuat KUR BRI bukan hanya memberikan pinjaman namun membuat pengusaha lebih berdaya menjalankan usahanya,” jelasnya.(cha)




May 29, 2014 at 08:24AM

Leave a Reply