Turis Asing Pertanyakan Keamanan di Pulau Bangka
TRIBUNNEWS.COM.MANADO- Penganiayaan terhadap empat turis asing yang melakukan diving di Pulau Bangka langsung menjadi perbincangan di jejaring sosial, email dansuratelektronik lainnya.
Kondisi ini tentunya mengkhawatirkan dunia pariwisata di Sulawesi Utara. Padahal sebelumnya Pulau Bangka diperbincangkan karena keindahan alam dan bawa lautnya.
Informasi yang diperoleh Tribun Manado, saat ini keempat turis yang melakukan diving di spot yang berdekatan dengan lokasi tambang masih shock dan ketakutan. Satu diantara turis yang meminta namanya tak ditulis mengatakan, dia baru kali ini mendapatkan penganiayaan dan ancaman.
"Wah, saya rasa ini sangat luar biasa. Di mana sebelumnya saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini, yang diancam oleh orang mereka," ujarnya saat berbincang dengan Tribun Manado, Selasa (3/6/2014).
Ia juga mengatakan sangat takut sekali saat staf dari perusahaan tambang itu naik ke perahunya lalu mengancam dia dan tiga turis lainnya."Saya melihat dengan jelas staf itu melempar batu ke teman-teman yang lagi diving, dan staf tersebut langsung naik ke perahu kami, dan saya sangat ketakutan," ujarnya.
Saat ini turis tersebut masih tetap ingin kembali lagi ke Pulau Bangka, karena menurutnya pulau ini memiliki banyak sekali keindahan di bawah laut. Namun ia sudah tidak mau lagi ke titik spot tersebut, karena sudah kapok dengan kejadian yang dialaminya.
Ia juga mengatakan, terumbu karang di titik sipi itu sudah rusak akibat penimbunan dan kualitas air yang memburuk. Airnya juga menjadi keruh karena banyak terjadi sedimentasi yang menutupi terumbu karang lainnya.
Sedangkan Angeliqe Batuna, Pemilik Resort Murex mengatakan, dengan adanya kejadian ini. Hingga saat ini sudah ada tiga email yang masuk, dari turis dan agent di Eropa yang menanyakan mengenai keberadaan di PulauBangka.
"Saya berharap sih mereka tidak membatalkan kedatangan mereka, tapi mereka sudah menanyakan apakah aman atau tidak jika para turis tersebut diving di PulauBangka," ujarnya saat berbincang dengan Tribun Manado.
Mereka menanyakan kepadanya apakah Pulau Bangka itu masih aman atau tidak karena klien mereka sudah mendengar kejadian yang menimpa empat wisatawan tersebut.
Ia juga mengatakan sejak ada perusahaan tersebut di PulauBangka, jumlah turis yang akan datang untuk diving mengalami penurunan. Ia juga mengatakan, saat ini kedubes Belanda sudah meminta kopian dari hasil laporan ke polisi.
Saat ini di media social banyak orang yang menyayangkan kejadian terhadap keempat turis tersebut. Seperti open group Save Bangka Island di Facebook. Sebagian dari mereka sangat perihatin dan menyayangkan kejadian yang terjadi di PulauBangka.
June 04, 2014 at 08:19AM