Harga Emas Dunia Bakal Turun
TRIBUNNEWS.COM.BANDUNG,- Harga emas dunia mengalami penurunan seiring makin menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Harga emas dunia pada Rabu (1/10/2014) kemarin berada pada level 1.209 dolar AS per ounce atau mengalami pelemahan 0,11 persen dari posisi sebelumnya.
Branch Manager PT Trimegah Securitas, Asep Saefudin, mengatakan sejak beberapa waktu terakhir harga emas dunia menurun. Pemicunya nilai tukar dolar AS makin menguat seiring membatiknya ekonomi di AS. "Kondisi ini diprediksi akan berlangsung dan harga emas bisa menembus angka 1.180 dolar AS per ounce," katanya di Jalan Asia Afrika, Kamis (2/10).
Meski harga emas dunia melemah, hal tersebut menurutnya tidak akan berpengaruh pada bursa perdagangan. Karena emas berfungsi sebagai sarana penunjang keamanan finansial.
Di tempat terpisah, Assistant Vice President PT Valbury Asia Futures, Ervan Permadi, mengatakan harga emas menjadi peluang bagus bagi masyarakat yang ingin menjadikan emas sebagai investasi jangka menengah dan panjang. Namun bila bukan untuk menjadikan investasi, disarankan untuk menahan dulu tidak membeli emas.
"Karena dolar AS terus menguat dan ada rencana AS menaikan suku bunga, kondisi ini bisa membuat harga emas terus turun hingga akhir tahun ini," katanya di Kantor PT Valbury Asia Futures Jalan Diponegoro, kemarin.
Sementara harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Kamis (2/10) bergerak flat. Harga acuan emas Antam berada di level Rp 485.000 per gram hari ini alias tidak berubah dari posisi Rabu (1/10/2014)
Sementara itu, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 525.000. Angka ini tidak berubah sejak posisi harga Selasa (30/9/2014).
Sedangkan harga rata-rata satu gram emas untuk pecahan 500 gram dibanderol Rp 485.600 per gram. Harga pembelian kembali emas (buyback) oleh pihak Antam Rp 470.000. Angka ini juga tidak berubah jika dibandingkan harga sebelumnya.(tif)
October 03, 2014 at 05:38AM